Harga Rights Issue BTN Ditetapkan Rp 1.200 Per Saham

Pergerakan IHSG (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • VIVAnews/M Ali Wafa

VIVA –  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akhirnya merilis prospektus final penambahan modal melalui penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Dokumen itu diterbitkan setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),

img_title Bank Mandiri Jual Saham Inhealth Senilai Rp570 Miliar ke IFG Life, Begini Penjelasan BMRI

Berdasarkan isi prospektus, dikutip Jumat, 16 Desember 2022, BBTN menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,4 miliar saham baru. Jumlah tersebut sejatinya lebih sedikit dari target yang tertera pada prospektus awal yakni sebanyak banyaknya 4,6 miliar lembar saham. Harga yang ditetapkan adalah Rp 1.200 per saham.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bank Tabungan Negara / BTN

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

img_title Bareskrim Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Ada Investor Singapura hingga Korsel

Meski jumlah saham baru yang diterbitkan menjadi lebih sedikit, namun target perolehan dana tetap sama, yakni Rp4,13 triliun. Hal ini mengindikasikan tingginya respons pasar sehingga harga pelaksanaan right bisa ditetapkan di level terbaik dan jumlah saham baru yang diterbitkan tidak perlu sebanyak rencana awal.

Manajemen menetapkan rasio rights 100.000.000 : 32.525.443. Artinya, setiap pemilik 100 juta lembar saham akan mendapatkan 32.525.443 rights yang dapat dikonversi menjadi saham baru. Jumlah saham baru ini setara 24,54 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

img_title IHSG Naik ke 5.305, Akankah Penguatan Bursa Saham RI Berlanjut?

Bursa Efek Indonesia / BEI atau Indonesia Stock Exchange / IDX

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

Selanjutnya, untuk mendapatkan rights ini, investor mesti memperhatikan tanggal cum date yang ditetapkan perseroan yakni pada 22 Desember 2022. Artinya, jika investor baru membeli saham BBTN pada tanggal 23 Desember (ex date), atau setelah tanggal cum date, maka saham tersebut tidak lagi mengandung rights. Periode perdagangan HMETD yakni selama kurun 28 Desember 2022 - 5 Januari 2023.    

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia, pemegang saham pengendali BBTN dengan porsi kepemilikan 60 persen,  telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan seluruh haknya sebanyak 2,06 miliar saham baru. Untuk itu, pemerintah melakukan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp2,48 triliun yang sumber dananya berasal dari APBN 2022.     

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan partisipasi penuh pemegang saham pengendali senilai Rp2,48 triliun, maka sisa rights senilai Rp1,65 triliun diharapkan terserap seluruhnya oleh investor publik. Tapi, jika investor publik tidak melaksanakan seluruh haknya, aksi korporasi ini telah memiliki pembeli siaga, yakni CIMB Sekuritas.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffery Hendrik

Indonesia dan India Punya Aturan Tak Biasa soal Saham, Ini yang Diungkap BEI

BEI mengungkap Indonesia dan India jadi dua negara di dunia yang membuka informasi kepemilikan saham kepada publik untuk pemegang saham dengan porsi di atas 1 persen.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut