Menyusuri Tambang Tembaga dan Emas Terbesar Dunia
- VIVA/Fikri Halim
Perjalanan Menggunakan Helikopter Menuju Tembagapura
Helikopter Airfast mendarat di mile 66 Tembagapura.
- Istimewa
Selanjutnya, VIVA melanjutkan perjalanan ke daratan tinggi di Tembagapura, sebuah area hunian karyawan, layaknya sebuah kota yang memiliki fasilitas lengkap. Ada fasilitas olahraga, hiburan hingga shopping mal.
Beruntung, karena cuaca cukup mendukung, maka perjalanan dilakukan dengan mengggunakan fasilitas helikopter dari Bandara Mozes Kilangin. Durasi perjalan menuju ketinggian 2.000 mdpl itu kurang lebih 20 menit. Lain halnya jika cuaca kurang bagus, maka perjalanan dengan bus anti peluru akan memakan waktu sekitar 2-3 jam.Â
Setibanya di Tembagapura, pengunjung akan dites kesehatan untuk selanjutnya bisa mengunjungi tambang bawah tanah. Memakai APD lengkap, pengunjung menaiki mobil jeep menuju area tambang bawah tanah yang beroperasi yaitu, Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone (DMLZ).
Tambang bawah tanah Freeport Indonesia.
- VIVA/Fikri Halim
Tambang bawah tanah terbesar di dunia ini juga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Nasional Indonesia (MURI). Hal itu karena pembangunan tempat ibadah berupa Masjid dan Gereja di lokasi terdalam. Kedalamannnya ada di 1.760 meter di bawah permukaan tanah, tepatnya di lokasi tambang DMLZ.
Masjid Al Baabul Munawwar di tambang bawah tanah DLMZ di kedalaman 1.760 meter di bawah permukaan tanah.
- VIVA/Fikri Halim
Sejumlah pengunjung dan karyawan muslim yang ada di sana berbuka puasa bersama. Selain itu karyawan kristiani melaksanakan ibadah Jumat Agung.
Masa Depan Grasberg Open Pit
Perjalanan menuju Grasberg Open Pit.
- VIVA/Fikri Halim
Untuk menuju tambang terbuka Grasberg di ketinggian 4.200 mdpl butuh waktu sekitar 1-2 jam dari Tembagapura di ketinggian kurang lebih 2.000 mdpl. Tambang ini mengggunakan metode penambangan terbuka sehingga memungkinkan penggunaan alat berat berukuran besar seperti shovel dan truk besar (Haul Truck) untuk menambang material.Â
Tambang terbuka Grasberg.
- VIVA/Fikri Halim
Akse menuju Grasberg juga menjadi salah satu medan tersulit di dunia atau disebut juga Heavy Equipment Acces Trail (Heat) Road. Jalan ini dibuat dalam tempo 22 bulan dari Oktober 1990 sampai Juli 1992 oleh anak bangsa bernama Ilyas Hamid.Â
"Kita sudah memiliki dokumen penutupan tambang dengan biaya sekitar Rp 7 triliun dan itu sudah kita rencanakan dari sekarang bagaimana penutupan tambang itu akan dilakukan pada tahun 2041," kata Tony
Puncak Cartenz di sebelah tambang terbuka Grasberg.
- VIVA/Fikri Halim
Untuk tambang terbuka Grasberg sendiri, ke depannya bisa dijadikan tempat penampungan air, wisata edukasi hingga pariwisata.Â