Tekanan IHSG Mereda Jelang Rilis Data Cadangan Devisa dan Libur Panjang Lebaran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG melemah 9 poin atau 0,13 Persen di level 7.245, pada pembukaan perdagangan Jumat, 5 April 2024.

img_title IHSG Anjlok ke 5.057, Banyak Emiten Berguguran Sore Ini

Chief Executive Officer (CEO) PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, memprediksi bahwa IHSG memiliki potensi untuk menggeser rentang konsolidasi wajarnya pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hari ini IHSG berpotensi menggeser rentang konsolidasi wajarnya," kata William dalam riset hariannya, Jumat, 5 April 2024.

img_title 9 Saham RI Terancam Ditinggal Asing, Potensi Dana Keluar Tembus Rp60,64 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Dia menjelaskan, hari terakhir perdagangan menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/Lebaran 2024, pola gerak IHSG terlihat berhasil menggeser rentang konsolidasi wajarnya setelah mengalami tekanan pada beberapa waktu sebelumnya.

img_title IHSG Sempat Ambruk ke 5.066, Saham Big Cap Tertekan, Sejumlah Emiten Justru Terbang

"Sedangkan jelang rilis data perekonomian yakni cadangan devisa, yang disinyalir masih akan menunjukkan stabilnya kondisi perekonomian Indonesia, tentunya diharapkan dapat menjadi penopang bagi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang," ujar William.

Di sisi lain, masih terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG. 

"IHSG diprediksi bergerak dalam level 7.123-7.272," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Dia juga memberikan sejumlah rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini. Di antaranya yakni BMRI, GGRM, ICBP, BBCA, TLKM, CTRA, LSIP.

IHSG

IHSG Tertahan di Level 5.000, Ini Deretan Data yang Ditunggu Investor

IHSG bergerak sideways pada Senin, 2 November 2026, saat investor mencermati data inflasi, neraca perdagangan, PMI manufaktur, dan pertumbuhan ekonomi.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut