OJK Minta Indofarma Buka-bukaan soal Transaksi Pinjol Hasil Temuan BPK

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Korban OJK, Inarno Djajadi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara, terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai PT Indofarma Tbk terjerat pinjaman online (pinjol). Temuan itu termuat dalam laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) Semester II Tahun 2023. 

img_title OJK Soroti Kesenjangan Pemanfaatan dan Pemahaman Keuangan Syariah! Literasi 43% Tapi Inklusi Baru 13%

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan terkait hal ini pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Indofarma. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"OJK telah mengirimkan surat kepada PT Indofarma Tbk, untuk meminta klarifikasi kepada Perseroan terkait pemberitaan di media massa atas pinjaman online alias pinjol dan temuan BPK," kata Inarno dalam keterangan tertulis Jumat, 14 Juni 2024. 

img_title Dongkrak Literasi Keuangan Masyarakat dan Anak Muda, OJK Gelar FinExpo 2026

Inarno menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti bila Indofarma terbukti melakukan pelanggaran ketentuan pasar modal.

Logo Indofarma

Photo :
  • Indofarma.id

img_title OJK Periksa 31 Emiten Sekaligus, Siapa yang Berikutnya Kena Sanksi?

"OJK akan menindaklanjuti jika terdapat pelanggaran ketentuan pasar modal," jelasnya.

Adapun sebelumnya, BPK mengungkapkan temuan sejumlah permasalahan di PT Indofarma Tbk dan anak usahanya PT IGM. Keduanya ditemukan telah melakukan aktivitas yang berindikasi fraud/kerugian antara lain dengan melakukan transaksi jual beli fiktif pada Business Unit Fast Moving Consumer Goods (FMCG). 

Kemudian menempatkan dana deposito atas nama pribadi pada Koperasi Simpan Pinjam Nusantara (Kopnus), menggadaikan deposito pada Bank Oke untuk kepentingan pihak lain, melakukan pinjaman online (fintech).

Lalu, menampung dana restitusi pajak pada rekening bank yang tidak dilaporkan di laporan keuangan dan digunakan untuk kepentingan di luar perusahaan, mengeluarkan dana tanpa underlying transaction, serta menggunakan kartu kredit perusahaan untuk kepentingan pribadi, melakukan pembayaran kartu kredit/operasional pribadi.

Anggota DK OJK Inarno Djajadi.

Photo :
  • M Yudha P / VIVA.co.id

Kedua perusahaan itu pun ditemukan sudah melakukan windows dressing laporan keuangan perusahaan, dan membayar asuransi purnajabatan dengan jumlah melebihi ketentuan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Permasalahan tersebut mengakibatkan indikasi kerugian sebesar Rp 278,42 miliar dan potensi kerugian sebesar Rp 18,26 miliar atas beban pajak dari penjualan fiktif FMCG," tulis laporan laporan IHPS Semester II Tahun 2023.

ilustrasi asuransi.

Biaya Kesehatan Terus Naik, OJK Perkuat Ekosistem Asuransi untuk Lindungi Nasabah

OJK saat ini terus memperkuat ekosistem asuransi kesehatan melalui POJK 36/2025 untuk mendorong perlindungan nasabah yang transparan dan berkelanjutan.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut