Harga BBM Bulan Depan Bakal Naik? Ini Kata Menteri ESDM

Menteri ESDM Arifin Tasrif
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menjelaskan soal kemungkinan naik atau tidaknya harga BBM pada bulan Juli 2024. Dia mengaku, sampai saat ini belum ada keputusan dari pihak pemerintah, terkait wacana kenaikan harga BBM.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Inflasi Pangan Dalam Negeri

Arifin menegaskan bahwa pemerintah belum melakukan pembahasan terkait kenaikan harga BBM untuk bulan Juli mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Belum ya, belum (dibahas)," kata Arifin, Jumat, 28 Juni 2024.

img_title Bahlil Tegaskan Pentingnya Hilirisasi, MIND ID Tunjukkan Manfaat Mineral di Minerba Convex 2026

SPBU Pertamina, ilustrasi harga BBM

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Pemerintah sebelumnya telah menahan harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan pada periode Januari-Juni 2024. Namun, Arifin mengatakan bahwa belum ada keputusan pasti terkait harga BBM untuk bulan Juli 2024. "BBM belum ini, belum putus," ujar Arifin.

img_title Rupiah Menguat Tipis di 3 November 2026, Ini Sentimen yang Menggerakkan Kurs

Meski demikian, Arifin mengakui adanya kenaikan harga keekonomian dari BBM, baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi. Hal ini disebut-sebut sebagai dampak dari kenaikan harga minyak.

"Wah, naik dong, kan (harga) minyaknya naik," ujarnya.

Namun, Arifin masih enggan berbicara lebih jauh mengenai berapa selisih antara harga keekonomian dan harga jual dari BBM subsidi yang disalurkan Pertamina.

Diketahui, sebelumnya Pengamat Ekonomi Energi yang juga Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan, meningkatnya biaya pengadaan energi di Indonesia itu antara lain disebabkan karena meningkatnya harga bahan baku atau karena selisih kurs rupiah, sehingga akan menambah beban bagi APBN.

"Berdasarkan simulasi keterkaitan antara biaya pengadaan BBM dengan harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah, ditemukan bahwa setiap peningkatan harga minyak mentah sebesar US$1 per barel akan meningkatkan biaya pengadaan BBM sekitar Rp 150 per liter," kata Komaidi dalam keterangannya, Jumat, 28 Juni 2024.

Sementara, menurutnya setiap pelemahan rupiah sebesar Rp 100 per US$ akan meningkatkan biaya pengadaan BBM sekitar Rp 100 per liter. Di sisi lain, rata-rata realisasi kurs tengah Bank Indonesia selama 1 Januari hingga 26 Juni 2024 adalah Rp 15.892 per US$, atau lebih tinggi Rp 892 per US$ dibandingkan asumsi APBN 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelemahan rupiah tersebut memberikan dampak terhadap meningkatnya biaya pengadaan BBM sekitar Rp 705 untuk setiap liternya," ujar Komaidi.

Rupiah melemah terhadap dolar AS (foto ilustrasi)

Rupiah Menguat ke Rp18.132 per Dolar AS, Ini 3 Sentimen yang Menggerakkan Pasar

Rupiah menguat 0,15 persen ke Rp18.132 per dolar AS pada Rabu pagi. Pasar mencermati pemilu sela AS dan sejumlah data ekonomi yang memengaruhi arah suku bunga The Fed.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut