Pertamina Pendopo Field Raih Proper Emas Berkat Pinang Gemilang
- Dok Pertamina
Musi Rawas, VIVA – Pertamina EP Pendopo Field meraih Proper Emas melalui CSR program gerakan perempuan lestarikan alam melalui konservasi Pinang (GEMILANG). Pendampingan kelompok wanita tani (KWT) dalam pemanfaatan pinang ini tak hanya menambah pendapatan tapi juga melestarikan lingkungan.
Dampak sosialnya, KWT menjadi ajang menularkan pengetahuan. Tak heran jika program ini mendampatkan penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 3,44 (sangat baik) dan Social Return of Investment (SROI) dengan nilai sebesar 1,70.
Wayan Sumerta, Field Manager PT. Pertamina EP Pendopo Field, menunjukkan piala Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) Emas yang diraih tahun 2023.
Wilayah PHR Regional Sumatera Zona 4 mencatat rekor baru, yakni PEP Limau Field dan PEP Pendopo Field meraih PROPER Emas 2023. Wayan mengakui pencapaian ini kebanggaan sekaligus tantangan. Bangga karena mencatat sejarah, kawasan ini belum pernah mendapatkan penghargaan ini. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan.
"Bagi saya, Proper Emas adalah bonus. Yang utama, kehadiran kami di sini bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan turut menjaga lingkungan," kata Wayan.
Buah pinang (Areca catechu) dijemur
- Antara/ Seno S
Dampak positif perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan adalah sebuah pencapaian perusahaan. Dua hal inilah yang ingin diwujudkan Pendopo Field dengan program corporate social responsibility (CSR) berupa pendampingan KWT (Kelompok Wanita Tani) Melati di Desa Sukarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas.
Program CSR ini dimulai pada tahun 2020, dengan melakukan pemetaan sosial di desa ini. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa Desa Sukarya menghadapi masalah utama yaitu pengangguran dan kemiskinan. Pengangguran disebabkan rendahnya sumber daya manusia (SDM) masyarakat, keterbatasan peluang pekerjaan, serta kurangnya sumber daya modal.
"Kami melaksanakan Program GEMILANG karena kami percaya bahwa perusahaan tidak bisa tumbuh di tengah ‘masyarakat yang sakit’," kata Erwinton Simatupang, CDO (Community Development Officer) Pendopo Field.
Menurut Erwinton, keberhasilan program ini tidak bisa lepas dari keterlibatan masyatakat, khususnya seorang local champion perempuan, Suhartini (54 tahun).
Perempuan dalam Tegakan Pinang
Jalan itu beraspal, tapi tiba-tiba menyajikan lubang yang cukup lebar. Mobil yang bukan mobil double gardan harus mengerem mendadak, penumpang pun ikut terhentak. Adegan ini berulang-ulang selama kira 3 jam dari kantor Pendopo Field menuju rumah Suharti, Ketua KWT Mekar. Perempuan keturunan Jawa kelahiran Sumatera yang tak henti untuk belajar.