DPR Minta DJP Susun Roadmap, Imbas Coretax Bermasalah

Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun dan Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VIVA – Komisi XI DPR RI meminta kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk merancang roadmap atau peta jalan terkait dengan implementasi coretax yang masih mengalami terkendala sejak diimplementasikan pada 1 Januari 2025.

img_title Pajak Digital Disebut Berlaku 9 November 2026, Benarkah Semua Transaksi Bisa Kena? Cek Fakta-faktanya

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan DJP akan menyiapkan roadmap implementasi coretax berbasis resiko yang paling rendah dan mempermudah Pelayanan terhadap Wajib Pajak (WP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan menyiapkan roadmap implementasi coretax berbasis resiko yang paling rendah dan mempermudah pelayanan terhadap Wajib Pajak,” ujar Misbakhun di Komisi XI DPR RI Senin, 10 Februari 2025.

img_title Protes Pajak Pembalut Wanita, YLKI: Negara Jangan Membebani Kebutuhan Dasar Biologis Perempuan

Ilustrasi Coretax DJP

Photo :
  • Instagram @pajakjakartapusat

Misbakhun mengatakan, DPR dan DJP juga sepakat untuk memanfaatkan kembali sistem perpajakan yang lama.

img_title DJP Buka Suara soal Pajak Digital Mulai 9 November 2026, Ini Hal yang Perlu Diketahui

“Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan agar memanfaatkan kembali sistem perpajakan yang lama, sebagai antisipasi dalam mitigasi implementasi coretax yang masih terus disempurnakan agar tidak mengganggu kolektivitas penerimaan pajak,” katanya.

Misbakhun menuturkan DJP juga tidak akan mengenakan sanksi terhadap WP yang diakibatkan oleh gangguan penerapan sistem coretax pada tahun 2025

Selain itu, DPR RI meminta DJP wajib memperkuat cyber security dalam rangka penyempurnaan sistem Coretax yang akan dilaporkan secara berkala.

“Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan melaporkan perkembangan sistem Coretax kepada Komisi XI DPR RI secara berkala,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Suryo Utomo mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun peta jalan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami lagi susun nih kira-kira coba kami lihat kira-kira seperti apa mitigasi yang akan kami lakukan,” jelasnya.

Ilustrasi pembalut wanita.

DJP Tegaskan Pembalut Masih Kena PPN 11 Persen, Belum Masuk Daftar Barang Bebas Pajak

DJP menegaskan bahwa pembalut masih dikenakan PPN efektif 11 persen karena belum masuk daftar barang bebas pajak. Simak penjelasan resmi dan polemiknya.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut