Pergerakan Harga Bitcoin dan Pasar Kripto Ditentukan 2 Hal Ini, Begini Prediksinya

Bitcoin.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA – Harga Bitcoin dan pasar kripto belakangan ini menunjukkan fluktuasi tajam. Banyak investor bertanya-tanya, apa yang sebenarnya mendorong naik-turunnya harga aset digital ini? 

img_title IHSG Dibuka Menguat Tipis ke 5.442, Investor Bersiap Hadapi Pekan Penuh Agenda Bank Sentral

Ternyata, ada dua faktor utama yang saat ini menjadi penentu besar pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya. Faktor itu di antaranya kondisi inflasi di Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga yang akan diambil oleh Federal Reserve (The Fed).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski volatilitas masih tinggi, para pelaku pasar mulai melihat peluang di tengah ketidakpastian ekonomi global. Laporan inflasi terbaru yang lebih rendah dari perkiraan, bisa menjadi angin segar bagi aset berisiko tinggi, termasuk kripto. 

img_title IHSG Ambruk 8 Persen hingga Trading Halt, Usulan MSCI Turunkan Status Pasar Indonesia Jadi Sorotan

Namun di sisi lain, pasar juga menanti kepastian dari The Fed terkait pemotongan suku bunga, yang berpotensi mendorong harga Bitcoin naik lebih tinggi. Berikut penjelasan lengkapnya, seperti dikutip dari Luno, Selasa, 18 Maret 2025.

Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI / Consumer Price Index) dari Biro Statistik Ketenagakerjaan AS menunjukkan bahwa inflasi telah melandai ke angka 2,8% di bulan Februari, turun dari angka 3% di bulan Januari, dan lebih rendah dari level prediksi 2,9%. Angka CPI utama, tidak termasuk bahan pangan dan energi, naik 3,1% year-on-year, yang juga di bawah angka prediksi 3,2%. 

img_title Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Perlambatan inflasi ini bisa mengindikasikan lingkungan perekonomian yang lebih positif, yang berpotensi mempengaruhi keputusan suku bunga oleh The Fed. “Penafsiran pasar masih wajar. Kami masih belum mengetahui seperti apakah inflasi pada rezim tarif yang baru ini,” kata Thomas Simons, Kepala Ekonom AS di Jefferies.

“Paling tidak untuk saat ini, momentum masih berada di sisi The Fed,” sambung dia.

Bitcoin.

Photo :
  • The Cryptonomist

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Angka inflasi yang di bawah prediksi ini, tampaknya cukup meredakan ketakutan akan kenaikan suku bunga yang agresif dari The Fed, yang bisa mendukung aset-aset berisiko tinggi dalam jangka panjang. Namun, para analis memperingatkan bahwa kenaikan ini bersifat sementara akibat ketegangan trading dan potensi tekanan inflasi dari tarif.

Selain inflasi, faktor lain yang tak kalah penting adalah langkah kebijakan The Fed ke depan. Kepala Riset Aset Digital dari Standard Chartered, Geoff Kendrick, meyakini bahwa pergerakan harga Bitcoin akhir-akhir ini dipengaruhi oleh volatilitas pada pasar aset berisiko tinggi secara luas. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut