Rupiah Menguat Usai Pernyataan BI Soal Kaburnya Modal Asing dan Andalkan Cadev

Ilustrasi Uang Rupiah
Sumber :
  • pixabay.com/WonderfulBali

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

img_title Rupiah Makin Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.174, Warga Ramai-Ramai Pindah ke Valas?

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.645 per Kamis, 23 Oktober 2025. Posisi rupiah itu melemah 28 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.617 pada perdagangan Rabu, 22 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 24 Oktober 2025 hingga pukul 09.07 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp 16.624 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 5 poin atau 0,03 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.629 per dollar AS.

img_title IHSG Dibuka Melemah pada Rabu Pagi, Tekanan Rupiah hingga Sentimen MSCI Jadi Perhatian Investor

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Photo :
  • Pixabay/IqbalStock

Pasar merespon negatif terhadap pernyataan Bank Indonesia (BI), yang mengatakan bahwa aliran modal asing yang terus keluar dari Indonesia membuat pihaknya terus mengandalkan cadangan devisa (cadev).

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Harga Minyak dan Risiko Fiskal Jadi Sorotan

Sebab, tekanan terhadap aliran modal asing itu turut mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Dimulai sejak bulan September 2025 hingga 20 Oktober 2025, investasi portofolio tercatat net outflows sebesar US$5,26 miliar. Hal itu sampai mengharuskan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi dalam rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Kondisi tekanan aliran modal asing itulah yang pada akhirnya membuat cadangan devisa Indonesia terus mengalami penurunan saat ini. Sebagaimana diketahui, posisi cadev Indonesia sempat ke level US$157 miliar pada Maret 2025, namun ambles ke level US$149 miliar per September 2025.

Hal ini terjadi karena outlflow yang terlalu besar, akibat adanya pembayaran untuk dividen, repatriasi, dan juga untuk pinjaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga BI harus menggunakan dana cadangan devisa untuk melakukan intervensi dipasar, baik pasar DNDF maupun pasar NDF, dengan tujuan untuk menstabilkan mata uang rupiah.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.620 - Rp 16.680," ujarnya.

Rupiah melemah terhadap dolar AS (foto ilustrasi)

Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.200, BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Makin Tertekan

Rupiah melemah 1,15 persen secara bulanan dan kurs JISDOR mencapai Rp18.183 per dolar AS. BI menyebut konflik Timur Tengah hingga sentimen MSCI menekan rupiah.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut