Bos OJK: Transformasi Keuangan Digital Harus Bermanfaat Nyata Bagi Masyarakat

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar
Sumber :
  • [tangkapan layar]

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengatakan, transformasi digital bukan hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, melainkan juga pada kemampuan berinovasi untuk membuka akses yang lebih inklusif, meningkatkan efisiensi layanan, serta memperkuat kepercayan publik.

img_title Bos OJK Curhat ke Prabowo soal Ancaman MSCI, Akui Penegakan Hukum Pasar Modal Belum Keras

Hal itu diutarakannya dalam sambutan di acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Mahendra menegaskan bahwa OJK berkomitmen untuk menjaga ekosistem keuangan digital yang aman, adaptif, dan inklusif, dan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan.

img_title Bikin Melongo! 1,16 Ton Ketamine di Belawan Bernilai Rp3,48 Triliun

"Tapi juga untuk memastikan transformasi ini memberi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Mahendra, Kamis, 30 Oktober 2025.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.

Photo :
  • Antara.

img_title OJK Jatuhkan Sanksi Rp1,5 Triliun, 74 Persen Emiten di Bursa RI Catat Laba

Guna mendukung hal tersebut, Mahendra memastikan bahwa OJK juga terus memperkuat pengaturan dan pengawasan berbasis data dan teknologi, termasuk melalui pemanfaatan supervisory technology (SupTech), integrasi data lintas sektor, serta kolaborasi yang lebih erat dengan otoritas fiskal, moneter, dan pelaku industri.

Sebab, Dia meyakini bahwa transformasi digital harus dibangun di atas landasan kepercayaan terhadap sistem, terhadap tata kelola, dan terhadap pelindungan konsumen.

"Karenanya, inovasi dan mitigasi risiko harus berjalan beriringan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan, percepatan transformasi ekonomi dan keuangan digital memerlukan kolaborasi erat antar-kementerian, lembaga, dan pelaku industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Dia menilai bahwa FEKDI dan IFSE 2025 ini merupakan wujud nyata sinergi nasional, dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital.

"Kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK menjadi kunci untuk mendorong digitalisasi yang inklusif, efisien, dan sejalan dengan Asta Cita menuju Indonesia Maju,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto

Survei IPO: 66% Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo

Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya, 66 persen masyarakat mengaku puas

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut