Bos OJK: Transformasi Keuangan Digital Harus Bermanfaat Nyata Bagi Masyarakat

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar
Sumber :
  • [tangkapan layar]

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengatakan, transformasi digital bukan hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, melainkan juga pada kemampuan berinovasi untuk membuka akses yang lebih inklusif, meningkatkan efisiensi layanan, serta memperkuat kepercayan publik.

img_title Ada Demo Hari Ini, Polri Beri Peringatan Tegas soal Provokasi

Hal itu diutarakannya dalam sambutan di acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Mahendra menegaskan bahwa OJK berkomitmen untuk menjaga ekosistem keuangan digital yang aman, adaptif, dan inklusif, dan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan.

img_title BMKG Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga Rob di Sejumlah Wilayah Ini!

"Tapi juga untuk memastikan transformasi ini memberi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Mahendra, Kamis, 30 Oktober 2025.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.

Photo :
  • Antara.

img_title IHSG Ambruk 1,99 Persen ke 5.266, Rupiah Rp18.167 dan Minyak Brent Jadi Beban

Guna mendukung hal tersebut, Mahendra memastikan bahwa OJK juga terus memperkuat pengaturan dan pengawasan berbasis data dan teknologi, termasuk melalui pemanfaatan supervisory technology (SupTech), integrasi data lintas sektor, serta kolaborasi yang lebih erat dengan otoritas fiskal, moneter, dan pelaku industri.

Sebab, Dia meyakini bahwa transformasi digital harus dibangun di atas landasan kepercayaan terhadap sistem, terhadap tata kelola, dan terhadap pelindungan konsumen.

"Karenanya, inovasi dan mitigasi risiko harus berjalan beriringan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan, percepatan transformasi ekonomi dan keuangan digital memerlukan kolaborasi erat antar-kementerian, lembaga, dan pelaku industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Dia menilai bahwa FEKDI dan IFSE 2025 ini merupakan wujud nyata sinergi nasional, dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital.

"Kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK menjadi kunci untuk mendorong digitalisasi yang inklusif, efisien, dan sejalan dengan Asta Cita menuju Indonesia Maju,” ujarnya.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto

Ada 53 Demo di Jakarta Hari Ini, Begini Langkah Polda Metro

Polda Metro Jaya bersama TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) mengawal puluhan kegiatan masyarakat di Jakarta pada Rabu (28/10/26).

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut