Awas Lowongan Kerja Palsu, Kenali 10 Ciri Ini!

Ilustrasi Wawancara Kerja
Sumber :
  • freepik.com/jcomp

Jakarta, VIVA – Di tengah meningkatnya aktivitas pencarian kerja online, para job seeker kini menghadapi gelombang baru penipuan digital berupa lowongan kerja palsu. Fenomena ini bukan sekadar spam, tetapi telah merugikan ribuan pencari kerja yang tertipu janji pekerjaan dengan imbalan tinggi atau proses instan.

img_title Kemnaker: DIM RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Lebih dari 2.100

Menanggapi modus tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI mengambil langkah tegas dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memberantas iklan lowingan kerja palsu, sebagaimana dilaporkan oleh Antara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Iklan lowongan kerja palsu sudah sangat meresahkan dan membawa dampak buruk bagi para pencari kerja. Karena itu, kami memutuskan untuk mengambil langkah tegas guna mencegah penyebaran informasi palsu semacam ini,” ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, dalam pernyataan resminya, dikutip Kamis, 5 November 2025.

img_title Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan 2 Dibuka Lagi Oktober, Kuotanya 70 Ribu

Sanusi menegaskan bahwa Kemnaker akan berkolaborasi dengan sejumlah lembaga strategis, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Polri, serta dinas ketenagakerjaan daerah untuk memastikan semua iklan kerja yang beredar telah terverifikasi.

10 Tanda Lowongan Kerja Palsu yang Harus Diwaspadai

img_title Ribuan Lowongan Kerja di Depok Ditawarkan di Bursa Kerja Online, Tinggal Klik Nyari Gawe

Ilustrasi melamar kerja.

Photo :
  • freepik.com/yanalya

Fenomena lowongan kerja palsu tidak hanya terjadi di Indonesia. Situs karier global Indeed mencatat sejumlah ciri umum yang sering muncul dalam iklan kerja abal-abal. Berikut sepuluh tanda penting agar pencari kerja tidak mudah terjebak:

1. Dihubungi perekrut tanpa pernah melamar sebelumnya

Jika seseorang mengaku perekrut tiba-tiba menghubungi Anda tanpa alasan jelas, waspadai modus pencurian data pribadi.

2. Langsung mendapat tawaran kerja tanpa wawancara

Tawaran instan tanpa proses seleksi adalah indikasi kuat bahwa lowongan tersebut tidak nyata.

3. Gaji terlalu tinggi dari standar industri

Tawaran gaji fantastis untuk posisi pemula patut dicurigai sebagai jebakan.

4. Jadwal kerja terlalu fleksibel dan tidak masuk akal

Jika pekerjaan menjanjikan penghasilan besar dengan jam kerja hanya 1–2 hari seminggu, besar kemungkinan itu palsu.

5. Deskripsi pekerjaan sangat umum

Iklan yang tidak mencantumkan syarat spesifik atau keterampilan teknis sering kali bukan dari perusahaan resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

6. Diminta membayar biaya pendaftaran atau administrasi

Perusahaan legal tidak akan meminta uang di awal proses rekrutmen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut