Rupiah Menguat Seiring Optimisme Ekonom atas Target Ekonomi 6 Persen Purbaya

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Sumber :
  • Pixabay/IqbalStock

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

img_title Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.673 per Rabu, 26 November 2025. Posisi rupiah itu melemah 6 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.667 pada perdagangan Selasa, 25 November 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 27 November 2025 hingga pukul 09.08 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.632 per dolar AS. Posisi itu menguat 32 poin atau 0,19 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.664 per dolar AS.

img_title Rupiah Tertekan Minyak Brent US$115, IHSG Berbalik Merah ke Level 5.436

Ilustrasi uang Rupiah.

Photo :
  • pixabay.com/WonderfulBali

Target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bagi para ekonom adalah hal yang realistis. Namun pencapaiannya membutuhkan perubahan pendekatan analisa ekonomi, terutama dalam cara negara menggerakkan aktivitas ekonomi.

img_title Rupiah Terancam Tembus Rp18.200 per Dolar AS Pekan Ini, Ini Faktor Pemicunya

Pertumbuhan 6 persen itu bukan mimpi. Tetapi memerlukan perubahan cara pandang yang fundamental terhadap bagaimana kebijakan fiskal-moneter bekerja dan bagaimana ekonomi didorong. Langkah penempatan dana pemerintah di perbankan mulai terlihat hasilnya, namun masih jauh dari optimal.

Untuk membawa perekonomian Indonesia naik kelas, kebijakan yang sudah ada harus ada pendorong tambahan. Ada beberapa langkah kunci yang harus diambil. Salah satunya dilakukannya reformasi pasar tenaga kerja dan dukungan pada industri dalam negeri.

Kemudian, langkah menertibkan impor barang-barang ilegal atau yang disebut thrifting, sudah tepat untuk melindungi industri dalam negeri. Pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang membuka lapangan pekerjaan baru.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.660 - Rp 16.700," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga, dan data AS yang tertunda yang dirilis pada hari Selasa, telah menambah ekspektasi tersebut. Di tempat lain, pasar juga mencermati perkembangan seputar perundingan damai Rusia-Ukraina yang tersendat karena Rusia dan Ukraina yang masih saling melakukan serangan. Dengan risiko geopolitik yang masih ada dan prospek penurunan suku bunga The Fed pada bulan Desember 2025.

Sementara dari rilis data ekonomi yang tertunda, Indeks Harga Produsen (IHP) utama untuk bulan September naik 0,3 persen month-to-month (mtm), sesuai dengan perkiraan 0,3 persen setelah penurunan 0,1 persen pada bulan Agustus lalu. IHP Inti (tidak termasuk makanan dan energi) naik 0,2 persen (mtm) di bawah perkiraan 0,3 persen.

Ilustrasi rupiah

Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Harga Minyak dan Risiko Fiskal Jadi Sorotan

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (27/10/2026). Rupiah turun 5 poin atau 0,03 persen.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut