BTN Gandeng PPATK Renovasi Rumah Rakyat
- Dokumentasi BTN.
“Artinya, hampir satu dari dua rumah tangga di Jawa Barat masih membutuhkan perhatian dan intervensi bersama,” katanya.
Ketua PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan, bahwa integritas seseorang berawal dari rumah. Dari cara seseorang hidup bersama keluarga, berinteraksi dengan pasangan, hingga mendidik anak-anaknya semua interaksi itu terjadi di dalam rumah.
“Integritas itu mulainya dari rumah. Bagaimana dia hidup dengan keluarga, bagaimana berinteraksi dengan anak, dengan suami, dengan istri, semuanya bermula dari rumah. Orang yang berintegritas di luar itu dimulainya dari rumah,” ujar Ivan.
Karena itu, PPATK memandang penting upaya menghadirkan hunian yang bersih, nyaman, dan layak bagi masyarakat. Rumah yang bersih bukan hanya berdampak pada kualitas hidup. Tetapi juga berpengaruh terhadap tertatanya keuangan keluarga di dalamnya.
“Dari rumah yang bersih, keuangan keluarga juga akan ikut terjaga,” katanya.
Ivan menyampaikan, komitmen PPATK dalam menjaga integritas tidak hanya dilakukan melalui pengawasan dan analisis transaksi keuangan. Namun, juga diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada PPATK agar menyelamatkan setiap uang rakyat, PPATK turut menjalankan program pembangunan rumah bagi masyarakat.
“Pesan Presiden Prabowo jelas kepada kami, selamatkan setiap uang rakyat. Karena itu, PPATK juga punya program membangun rumah seperti yang dilakukan BTN. Dananya berasal dari sumbangan gaji para pegawai,” ungkapnya.
Dia berharap rumah yang dibangun dapat menjadi tempat yang bukan sekadar untuk berteduh. Tapi juga menjadi pusat kehidupan keluarga.
“Saya berharap rumah baru yang dibangunkan BTN kepada bapak-ibu bisa menjadi tempat untuk berkumpul, beribadah, dan merawat generasi berikutnya. Dari sanalah keluarga bisa tumbuh menjadi keluarga yang sejahtera,” tutur Ivan.
Membangun rumah, lanjut dia, berarti juga membangun masa depan. Sebab, dari rumah yang layak dan penuh nilai integritas, akan lahir generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berdaya bagi bangsa.