Harga Minyak Dunia Turun Setelah AS Gulingkan Maduro dari Venezuela

Ilustrasi pengeboran minyak (picture-alliance/imageBROKER/D. Radicevic)
Sumber :
  • dw

Jakarta, VIVA – Harga minyak dunia turun pada hari Senin, 5 Januari 2026, setelah operasi militer Amerika Serikat menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, yang negaranya memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia.

img_title Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

Peningkatan volume minyak Venezuela yang masuk ke pasar akan menambah kekhawatiran kelebihan pasokan dan memberikan tekanan lebih lanjut pada harga minyak, yang telah jatuh dalam beberapa bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada perdagangan pagi di Asia, Minyak Mentah Brent turun 0,21 persen menjadi US$60,62 per barel sementara West Texas Intermediate turun 0,35 persen pada level US$60,62 per barel. US$57,12, keduanya pulih dari titik terendah sebelumnya.

img_title Sempat Turun, Harga Minyak Dunia Kini Naik Lagi usai Serangan di Arab Saudi

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di AS usai ditangkap

Photo :
  • Ist

Pasukan AS menyerang Caracas pada dini hari Sabtu, membom target militer dan membawa Maduro dan istrinya untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba federal di New York.

img_title Iran Tegaskan Selat Hormuz dalam Kendalinya, Kapal Asing Terancam Rusak jika Langgar Aturan

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS sekarang akan "mengelola" Venezuela dan mengirim perusahaan AS untuk memperbaiki infrastruktur minyaknya yang sangat rusak.

Setelah bertahun-tahun kurangnya investasi dan sanksi, Venezuela saat ini memproduksi sekitar satu juta barel per hari, turun dari sekitar 3,5 juta barel per hari pada tahun 1999.

Namun, para analis mengatakan bahwa di samping pertanyaan-pertanyaan besar lainnya tentang masa depan Venezuela, peningkatan produksi minyak secara substansial tidak akan mudah atau cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setiap pemulihan produksi akan membutuhkan investasi besar mengingat infrastruktur yang runtuh akibat bertahun-tahun salah urus dan kurangnya investasi," kata analis UBS Giovanni Staunovo kepada AFP.

Berinvestasi saat ini juga kurang menarik. Sebab, harga minyak tertekan oleh kelebihan pasokan dan turun pada tahun 2025 meskipun ada hambatan pertumbuhan yang signifikan seperti perang tarif Trump dan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Ilustrasi Minyak Dunia

Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas US$100, Serangan di Selat Hormuz Bikin Pasar Cemas

Harga minyak dunia naik ke US$116 per barel setelah kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Konflik AS-Israel dan Iran kembali memicu kekhawatiran pasokan energi.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut