Bahlil Pastikan Tarif Listrik 2026 Tak Ada Kenaikan

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Bogor, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan tarif listrik bagi seluruh golongan pelanggan, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap sama seperti yang berlaku pada 2025.

img_title Nurdin Halid: Operasionalisasi Kopdes Merah Putih Harus Berbasis Kedaulatan Ekonomi Rakyat

“Belum ada perubahan pola, termasuk harga listrik tidak kita naikan,” ujar Bahlil di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, dikutip Rabu 7 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petugas PLN memeriksa fasilitas pasokan listrik. (Foto ilustrasi)

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

img_title Bahlil Ungkap Dugaan Aktivitas Tambang di Perkebunan Sawit, Sejumlah Perusahaan Diperiksa

Kebijakan ini diambil di tengah mekanisme penyesuaian tarif listrik nonsubsidi yang secara reguler dilakukan setiap triwulan.

Penyesuaian tersebut biasanya mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi, seperti nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), tingkat inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA).

img_title Jubir EMA Bocorkan Dampak Indonesia Pangkas Ekspor Gas Bagi Singapura

Namun, untuk Januari 2026, pemerintah memilih menahan tarif demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di awal tahun.

Tidak hanya pelanggan nonsubsidi, Bahlil juga memastikan tarif listrik bagi 25 golongan pelanggan bersubsidi tetap dipertahankan.

Menurutnya, langkah ini memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus dunia usaha, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa tambahan beban biaya energi.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan tidak ada kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2026. Bahlil menyebut hingga kini belum ada pembahasan terkait stimulus berupa potongan tarif listrik.

“Belum ada pembahasan (diskon listrik),” ucapnya.

Kondisi ini berbeda dengan awal 2025, ketika pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga berdaya 2.200 volt ampere (VA) ke bawah pada periode Januari–Februari.

Ilustrasi petugas PLN periksa kabel listrik.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Rahmad

Meski tanpa diskon, pemerintah menilai stabilitas tarif listrik tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang perekonomian nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil menegaskan komitmen pemerintah tidak hanya pada keterjangkauan tarif, tetapi juga pada keberlanjutan pasokan listrik nasional agar kebutuhan energi masyarakat dan industri tetap terjamin.

tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Candirejo Pesona Garda

Strategi Pemerintah Dongkrak Potensi Wisata-Ekonomi Lokal

Upaya untuk meningkatkan pemberdayaan dan kompetensi masyarakat dalam mengelola potensi wisata berbasis lokal, terus dilakukan oleh pemerintah melalui perusahaan BUMN

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut