Microsoft Bantah Rumor PHK Massal Ribuan Karyawan di 2026

Kantor Microsoft.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Belakangan ini, kabar soal pemutusan hubungan kerja (layoff) besar-besaran di Microsoft ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk di platform seperti X dan Bluesky. Berita ini menjadi perhatian global, termasuk di kalangan pekerja dan profesional teknologi, mengingat Microsoft, salah satu perusahaan big tech dunia. 

img_title RUU Ketenagakerjaan Segera Disahkan, Dunia Usaha Akui Khawatir Jika Tidak Berimbang: Kita Mau Hindari PHK

Banyak yang merasa cemas karena rumor tersebut menyebutkan bahwa Microsoft akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 11.000 hingga 22.000 pekerjaan, terutama di divisi Azure Cloud, Xbox, dan penjualan global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rumor ini pertama kali muncul di forum anonim seperti Reddit dan Blind, kemudian menyebar dengan cepat di media sosial. Namun, eksekutif Microsoft menegaskan bahwa kabar tersebut 100 persen dibuat-buat atau hoax.

img_title Kelas Menengah Menyusut, Apa yang Terjadi dengan Dunia Kerja Indonesia?

Bantahan tersebut disampaikan Frank X. Shaw, Chief Communications Officer Microsoft, melalui akun X resmi. Shaw bahkan menanggapi dengan nada sarkastik sebuah postingan yang menyebut PHK akan terjadi dalam beberapa minggu. 

“Saya menunggu dengan penuh antusias,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Fast Company, Senin, 12 Januari 2026.

img_title Apple Kembali PHK Karyawan, Divisi Ini Paling Kena Dampak

Jez Corden, editor Windows Central, juga menolak klaim tersebut. “Salah, setidaknya di sisi Xbox,” katanya. 

Microsoft Sudah Melakukan PHK Sebelumnya

Memang benar, Microsoft melakukan pemotongan tenaga kerja signifikan pada 2025. Antara Mei hingga September 2025, perusahaan mem-PHK lebih dari 15.000 karyawan. 

Pada Juli saja, sekitar 9.000 pegawai dipecat. Phil Spencer, kepala Xbox, dalam memo kepada staf menjelaskan bahwa pengurangan ini “diperlukan” untuk keberlanjutan perusahaan, dan akan meningkatkan kelincahan dan efektivitas.

Namun, penting dicatat bahwa PHK tersebut telah terjadi di masa lalu. Rumor yang beredar kini hanya bersifat spekulatif dan tidak memiliki dasar yang valid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemangkasan tenaga kerja sebelumnya sebagian besar terkait dengan kebutuhan finansial perusahaan untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI). Meskipun AI tidak secara langsung menggantikan pekerja, biaya pembangunan sistem AI yang sangat besar memaksa Microsoft menata ulang anggaran dan memangkas pengeluaran di area lain.

Selama tahun fiskal 2025, Microsoft menghabiskan sekitar US$ 88 miliar atau setara Rp 1.469 triliun untuk mengembangkan sistem AI proprietary mereka. Seiring meningkatnya investasi di bidang AI, perusahaan berfokus pada efisiensi biaya di divisi lain agar tetap seimbang secara finansial.

The Walt Disney Company

Disney Kembali PHK Karyawan, Ratusan Pekerja di Divisi Ini Jadi Korban

Disney kembali melakukan PHK pada September 2026. Ratusan karyawan terdampak, terutama di bidang teknologi dan HR, di tengah restrukturisasi perusahaan.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut