Dolar AS Menguat Usai Trump Cabut Tarif ke Eropa, Rupiah Apa Kabar?
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Jakarta, VIVA - Dolar AS mempertahankan kenaikan terhadap mata uang utama negara lain pada Kamis waktu setempat. Berlanjutnya tren penguatan seiring Presiden Donald Trump menarik anncaman untuk mengenakan tarif ke Eropa serta menggambar-gemborkkan kesepakatan' hingga membuat 'kerangka kerja' mengenai masa depan Greenland dengan NATO.
Ancaman Trump untuk mengenakan tarif pada negara-negara sekutu yang menentang ambisinya untuk menguasai Greenland membuat pasar panik dan memicu aksi jual besar-besaran aset AS. Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Rabu, 21 Januari 2026, Trump menegaskan  tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland yang membuat pasar bernapas lega karena potensi perang dunia mereda.
Trump mengklaim telah mencapai kerangka kesepakatan dengan NATO mengenai Greenland, tetapi ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan tersebut. Namun demikian, ia mengatakan bahwa ia tidak akan mengenakan tarif ke Eropa.
Dikutip dari Investing pada Kamis, 22 Januari 2026, indeks dolar yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang uatama menunjukkan kenaikan sebesar 0,12 persen menjadi 98,761.Â
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Euro ditutup turun dari US$1,1712 menjadi US$1,1688. Pound sterling melemah dari US$1,342 menjadi US$1,341.
Sementara itu, dolar Australia menguat ke level tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Kenaikan menyusul pemulihan sentimen risiko maupun data yang menunjukkan penurunan penggangguran secara signifikan.
Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko naik hingga 0,7 persen menjadi US$0,68105. Ini menjadi level yang tidak terlihat sejak bulan Oktober 2024.Â
Mata uang Jepang, Yen, masih mengalami tekanan bahkan nyaris mendekat ke level terendah pada pekan lalu. Rencana pemiliha umum sela yang dicanangkan oleh Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi dan sejumlah langkah untuk pelonggaran kebijakan fiskal menjadi sentimen negatif terhadap Yen.
Yen melemah 0,3 persen menjadi 185,56 per euro atau menyamai rekor terendah yang dicapai pada Rabu pekan lalu. Mata uang Jepang melemah 0,2 persen menjadi 158,68 per dolar AS atau mendekati titik terendah di angka 159,45.
Sementara itu, rupiah ditransaksikan di Rp 16.892 per dolar AS di pasar spot pada Kamis, 22 Januari 2026 hingga pukul 09.24 WIB. Posisi itu menguat 44 poin atau 0,26 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.936 per dolar AS.