Beda Nasib dengan Rupiah, Ringgit Malaysia Kini Jadi Primadona Baru

Ringgit Malaysia
Sumber :
  • The Star

Volume yang tinggi juga membantu menekan biaya transaksi, meningkatkan efisiensi pembentukan harga, serta memperbaiki karakter volatilitas aset lokal. Kondisi ini sangat penting bagi dana global yang tengah bersiap memanfaatkan siklus masuknya investasi jangka panjang ke pasar negara berkembang, terlebih di tengah menguatnya tren dedolarisasi global.

img_title IHSG Dibuka Melemah pada Rabu Pagi, Tekanan Rupiah hingga Sentimen MSCI Jadi Perhatian Investor

Stabilitas ekonomi Malaysia menjadi faktor kunci lain yang menarik dana asing. Pejabat tinggi kementerian keuangan Malaysia sebelumnya mengisyaratkan bahwa defisit fiskal berpotensi menyempit lebih cepat dari proyeksi, berkat pertumbuhan domestik yang kuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Investor merespons positif prediktabilitas kebijakan, fundamental yang solid, serta konsolidasi fiskal yang stabil, dengan arus masuk obligasi menjadi komponen penting,” kata Fesa Wibawa.

img_title BNPB Kaji Tawaran Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter untuk Tangani Karhutla di Indonesia

Sepanjang tahun lalu, dana global mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$6 miliar atau setara sekitar Rp101,4 triliun ke obligasi ringgit, menjadi yang terbesar sejak 2021. Arus ini mendorong obligasi Malaysia ke peringkat teratas Asia, dengan indeks obligasi Malaysia versi Bloomberg mencatat imbal hasil hampir 17 persen bagi investor berbasis dolar AS sepanjang 2025.

Analis juga menyoroti lonjakan investasi langsung asing atau Foreign Direct Investment sebagai katalis penting peningkatan volume ringgit. Investasi besar pada pembangunan pusat data menjadi salah satu pendorong utama.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Harga Minyak dan Risiko Fiskal Jadi Sorotan

Menurut data bank sentral, ekspor jasa terkait pusat data melonjak menjadi RM10,7 miliar dalam sembilan bulan pertama 2025, dari hanya RM1,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah raksasa teknologi global seperti Microsoft Corp. dan Amazon.com Inc. disebut aktif menjajaki pembangunan pusat data di Malaysia.

Selain faktor eksternal, pergeseran strategi perbankan domestik juga turut mendorong transaksi ringgit. Menurut Philip McNicholas dari Robeco, sebagian bank lokal mengonversi simpanan valuta asing ke ringgit untuk mendukung penyaluran kredit domestik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini menambah likuiditas ringgit di pasar sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di dalam negeri. Jika dibandingkan dengan rupiah, pergerakan ringgit terlihat relatif lebih stabil. Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat berada di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS.

Namun, untuk hari ini, posisi rupiah menguat 18 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.981 pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 22 Januari 2026 hingga pukul 09.24 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.892 per dolar AS.

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo di Rapimnas Kadin 2026

Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

Rupiah kini terancam melemah hingga angka Rp21.000 per dolar AS. BI sekarang semakin menegaskan stabilitas kurs, sementara pembenahan pasar modal menjadi sorotan.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut