Babak Baru BEI–OJK, Analis Soroti Momentum Pembenahan Pasar Modal

Ilustrasi IHSG akan Reli pada perdagangan hari ini.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA - Akhir bulan Januari 2026 menjadi momen mendebarkan pasar modal dan keuangan Tanah Air. Para petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas dinamika yang terjadi beberapa hari belakangan. 

img_title Bidik Pendanaan Rp45 miliar, Perusahaan Milik Kampus UGM Bersiap IPO di BEI

Direktur Utama (Dirut) BEI, Iman Rachman, menjadi yang pertama kali mengumumkan untuk hengkang dari jabatannya. Lalu tiga pejabat OJK, yakni Mahendra Siregar dan Inarno Djajadi, I.B. Aditya Jayaantara, dan Mirza Adityaswara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar terbaru, Friderica Widyasari Dewi diangkat sebagai pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK. Di bawah pimpinan Mahendra, Kiki merupakan salah satu ADK OJK sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

img_title Gara-gara Tunggakan, Saham Adhi Karya Kena Gembok Pihak BEI

Pengangkatan Kiki, kata OJK, untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memastikan fungsi pengaturan, pengawasan sektor jasa keuangan, dan pelindungan konsumen tetap berjalan optimal di tengah transisi pucuk pimpinan lembaga pengawas ini.

Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Photo :
  • OJK

img_title Polda Metro Panggil AMPB Supriyono, OJK Hingga Kemensos Soal Rekening Rp80,9 Juta yang Bikin Geger

Pengamat pasar modal dan Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menuturkan peristiwa pengunduran diri petinggi OJK dan BEI ini berpotensi menjadi momentum penting untuk mempercepat pembenahan menyeluruh pasar modal Indonesia. Khususnya dalam perspektif jangka menengah hingga panjang.

"Asalkan diikuti dengan langkah konkret, transparan, dan konsisten dari regulator," tutur Hendra dikutip dari Antara pada Sabtu, 31 Januari 2026. 

Ia menekankan percepatan reformasi free float, penegakan exit policy, peningkatan transparansi kepemilikan saham, serta penguatan tata kelola BEI. Menurut Hendra, langkah ini menjadi kunci untuk menurunkan volatilitas dan mengembalikan tren penguatan IHSG secara lebih berkelanjutan.

Hendra menambahkan, pelaku pasar tidak begitu peduli siapa yang mundur, melainkan terkait apa yang dilakukan setelahnya. Apakah episode akan menjadi sebagai titik terendah yang melahirkan reformasi struktural, atau justru menjadi faktor yang memperpanjang krisis kepercayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kecepatan penunjukan pengganti, kejelasan arah kebijakan, serta bukti nyata penegakan aturan akan menjadi penentu," tegas Hendra.

Tata kelola yang baik turut menjadi menjadi awal dari fase transformasi pasar modal Indonesia usai pengunduran diri para petinggi OJK dan BEI. Jadi lebih kredibel, berdaya saing, serta selaras dengan standar global.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut