Gelombang PHK Nike Berlanjut, 1.400 Pekerja Terdampak

Logo Nike
Sumber :
  • LinkedIn

Jakarta, VIVA – Raksasa olahraga global Nike kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru. Perusahaan ini akan memangkas sekitar 1.400 posisi kerja di berbagai lini, dengan mayoritas terdampak berasal dari divisi teknologi.

img_title Apple Kembali PHK Karyawan, Divisi Ini Paling Kena Dampak

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar bertajuk “Win Now”, yang dirancang untuk merombak struktur internal perusahaan sekaligus mempercepat transformasi bisnis di tengah ketatnya persaingan industri olahraga global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam catatan internal yang disampaikan Chief Operating Officer Venkatesh Alagirisamy, Nike menjelaskan bahwa perubahan ini menyasar sejumlah area strategis. Mulai dari modernisasi produksi Air, pemindahan sebagian operasi alas kaki Converse, hingga integrasi rantai pasok material ke dalam unit sepatu dan apparel.

img_title Hadapi Potensi PHK di Industri Rentan, Airlangga: Pemerintah Terus Pacu Pembukaan Lapangan Kerja

“Secara keseluruhan, perubahan ini akan menghasilkan pengurangan sekitar 1.400 posisi di operasi global, dengan mayoritas di bidang teknologi,” tulis Alagirisamy, sebagaimana dikutip dari CNBC, Jumat, 24 April 2026.

“Ini bukan arah yang baru,” tulis Alagirisamy. “Ini adalah fase berikutnya dari pekerjaan yang sudah berlangsung.”

img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar efisiensi biasa, melainkan bagian dari restrukturisasi besar yang sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu.

Nike juga menegaskan bahwa langkah PHK ini bertujuan memperkuat posisi perusahaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri olahraga yang bergerak cepat. Seorang juru bicara perusahaan menyebut bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pertumbuhan jangka panjang.

Gelombang PHK terbaru ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Pada Januari sebelumnya, Nike juga telah memangkas sekitar 775 pekerjaan, terutama di pusat distribusi di Amerika Serikat. Saat itu, perusahaan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari peningkatan otomatisasi operasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika ditarik lebih jauh, Nike sebelumnya juga telah melakukan pemangkasan kecil pada musim panas lalu, yang berdampak pada kurang dari 1 persen tenaga kerja korporat globalnya. Semua langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih stabil.

CEO Elliott Hill tengah memimpin upaya transformasi besar perusahaan setelah periode penurunan penjualan yang cukup panjang. Meski beberapa tanda pemulihan mulai terlihat, tekanan pasar masih menjadi tantangan utama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut