Setelah Meta dan Cloudflare, Kini LinkedIn Ikut Pangkas Karyawan

Media sosial LinkedIn.
Sumber :
  • REUTERS/Robert Galbraith

Jakarta, VIVA – Industri teknologi global kembali dihantam gelombang efisiensi besar-besaran pada 2026. Setelah sempat melambat dalam dua tahun terakhir, perusahaan teknologi kini kembali ramai-ramai memangkas tenaga kerja di tengah fokus besar terhadap pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

img_title PHK Menghantui Industri Tekstil hingga Sepatu, Ternyata Ini Biang Keroknya

Terbaru, LinkedIn dikabarkan akan memangkas sekitar 5 persen tenaga kerjanya sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan Reuters menyebut perusahaan milik Microsoft itu akan mulai memberi tahu karyawan terkait PHK pada Rabu waktu setempat. Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan pengurangan tenaga kerja dilakukan untuk menyesuaikan struktur organisasi dengan area bisnis yang tumbuh lebih cepat.

img_title Baru Kena PHK, Apakah Masih Bisa Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Ini Penjelasannya

"LinkedIn sendiri saat ini memiliki lebih dari 17.500 karyawan penuh waktu di seluruh dunia. Namun hingga kini belum diketahui divisi mana saja yang akan terdampak pemangkasan tersebut," tulis laporan tersebut, sebagaimana dikutip dari Trading View, Jumat, 15 Mei 2026.

PHK dilakukan di tengah pertumbuhan bisnis LinkedIn yang masih positif. Berdasarkan dokumen keuangan Microsoft, pendapatan LinkedIn tumbuh 12 persen pada kuartal terakhir dibanding periode sama tahun sebelumnya.

img_title 200 Ribu Orang di AS Kehilangan Pekerjaan Akibat AI Sejak 2023

Pertumbuhan itu bahkan disebut mengalami percepatan sepanjang 2026. Meski begitu, LinkedIn bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang melakukan efisiensi tahun ini. Industri teknologi global kembali memasuki fase gelombang PHK baru setelah sempat melambat pada 2024 dan 2025.

Perusahaan pembayaran digital Block yang didirikan Jack Dorsey sebelumnya juga mengumumkan rencana memangkas hampir separuh tenaga kerjanya. Selain itu, Cloudflare pekan lalu mengungkapkan pengurangan sekitar 20 persen staf perusahaan.

Sementara Meta Platforms juga dilaporkan tengah menyiapkan tambahan PHK dalam waktu dekat. Meski perkembangan AI sering dikaitkan dengan pengurangan tenaga kerja, salah satu sumber Reuters mengatakan PHK di LinkedIn tidak secara langsung disebabkan AI yang menggantikan pekerjaan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, perkembangan AI tetap memengaruhi arah bisnis perusahaan teknologi global. Banyak perusahaan kini melakukan reorganisasi operasional demi fokus pada pengembangan AI dan efisiensi kerja.

Penggunaan AI generatif juga semakin luas di berbagai bidang pekerjaan, termasuk pengembangan perangkat lunak. Banyak insinyur kini menggunakan AI untuk membantu membuat atau menyusun kode pemrograman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut