Awas! 4 Pengeluaran Ini Bikin Keuangan 'Bocor Halus'

Ilustrasi dompet kosong
Sumber :
  • pexels.com

Jakarta, VIVA – Tekanan biaya hidup yang terus meningkat membuat banyak rumah tangga mulai meninjau ulang pengeluaran bulanan mereka. Ancaman inflasi tinggi, mendorong konsumen untuk lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, mulai dari kebutuhan harian hingga gaya hidup.

img_title Jadi Driver Ojol Sekaligus Tulang Punggung Keluarga, Ini Cara Mengatur Penghasilan agar Tak Cepat Habis

Dalam situasi seperti ini, para ahli keuangan menilai ada beberapa pos pengeluaran yang paling mudah dipangkas tanpa terlalu mengganggu kebutuhan utama. Seorang pakar konsumen Inggris, Vipin Porwal, menilai perilaku belanja masyarakat kini semakin selektif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Yang kami lihat saat ini adalah banyak konsumen sudah terbiasa memperhatikan harga murah dan mencari nilai terbaik, lebih berhati-hati dalam membuat anggaran, serta melakukan pembelian yang lebih terencana,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari The Independent, Minggu, 17 Mei 2026.

img_title 5 Aplikasi AI Ini Bisa Membantu Memantau Uang Belanja Bulanan, Tak Perlu Pusing Catat Pengeluaran

Berikut beberapa pengeluaran utama yang dinilai bisa dipangkas untuk membantu menekan biaya bulanan:

1. Kurangi layanan pesan antar makanan

img_title Strategi Mewariskan Kekayaan kepada Anak, Ini 5 Hal yang Tak Boleh Diabaikan

Salah satu pengeluaran yang paling cepat menguras uang adalah layanan pesan antar makanan. Meski praktis, biaya tambahan dari aplikasi bisa membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari.

“Tempat saya melihat klien bisa melakukan pemotongan terbesar adalah pada makan di luar dan layanan pesan antar makanan. Dengan mengurangi makan di luar dan lebih sering memasak di rumah, sebagian besar orang bisa menghemat ratusan dolar,” kata perencana keuangan Nathan Haas. 

Ia juga menyebut bahwa rata-rata pengeluaran makan di luar bisa mencapai sekitar US$2.841 per tahun atau setara Rp48,3 juta (kurs Rp17.000). Untuk rumah tangga dua orang, penghematan dari mengurangi setengah pengeluaran ini bisa mencapai sekitar US$237 atau Rp4,03 juta per bulan.

2. Ganti tempat belanja kebutuhan pokok

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belanja kebutuhan sehari-hari juga menjadi faktor besar dalam pengeluaran bulanan. Perbedaan harga antar supermarket ternyata cukup signifikan. Berdasarkan studi perbandingan harga, konsumen bisa menghemat sekitar 8,5 persen jika beralih dari supermarket mahal ke yang lebih murah. Bahkan, perbedaan bisa mencapai 21 persen di toko grosir berbasis keanggotaan.

Di beberapa kasus, perbedaan harga antara toko premium dan diskon bisa mencapai hingga 50 persen. Selain itu, memilih produk merek toko dibanding merek terkenal juga bisa membantu menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas secara signifikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut