Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

Ilustrasi Minyak Dunia
Sumber :
  • Reuters

Di tengah tekanan nilai tukar, BI memastikan stabilisasi terus dilakukan melalui berbagai instrumen di pasar keuangan. Langkah tersebut bertujuan menjaga mekanisme pasar tetap berjalan baik sekaligus mempertahankan stabilitas rupiah agar sesuai dengan fundamentalnya.

img_title Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas US$100, Serangan di Selat Hormuz Bikin Pasar Cemas

Instrumen stabilisasi yang digunakan BI meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta transaksi spot.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari langkah stabilisasi pasar keuangan.

img_title Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

"BI terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya. BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," ujar Erwin.

BI turut melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

img_title Hashim Ramal Dolar AS Bisa Tembus Rp22.000 Gegara MSCI, Begini Respons Bos BI

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia masih tercatat sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026. Posisi tersebut menjadi salah satu indikator yang disampaikan BI di tengah tekanan terhadap rupiah akibat perkembangan eksternal maupun sentimen pasar domestik.

IHSG

IHSG Anjlok ke 5.057, Banyak Emiten Berguguran Sore Ini

IHSG anjlok 0,80 persen ke 5.057,05 pada sore hari ini, Jumat 30 Oktober 2026. Saham BREN, TPIA, BRPT hingga CUAN milik Prajogo Pangestu kompak melemah.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut