Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan
- Reuters
Di tengah tekanan nilai tukar, BI memastikan stabilisasi terus dilakukan melalui berbagai instrumen di pasar keuangan. Langkah tersebut bertujuan menjaga mekanisme pasar tetap berjalan baik sekaligus mempertahankan stabilitas rupiah agar sesuai dengan fundamentalnya.
Instrumen stabilisasi yang digunakan BI meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta transaksi spot.
Selain itu, BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari langkah stabilisasi pasar keuangan.
"BI terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya. BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," ujar Erwin.
BI turut melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia masih tercatat sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026. Posisi tersebut menjadi salah satu indikator yang disampaikan BI di tengah tekanan terhadap rupiah akibat perkembangan eksternal maupun sentimen pasar domestik.