Dibangun, Jembatan Penghubung Kalimantan dan Pulau Laut

Rudy Ariffin
Sumber :
  • Antara/ Widodo S Jusuf
VIVA.co.id
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun jembatan penghubung pulau Kalimantan dan pulau Laut di Kabupaten Baru sepanjang 5.880 meter. Pembangunan jembatan tersebut dalam rangka mempercepat pengembangan kawasan potensial di bagian selatan Provinsi Kalimantan Selatan.


Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengatakan jembatan penghubung dari pulau Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Tanah Bumbu ke pulau Laut di Kabupaten Kota Baru adalah dalam kerangka pengembangan kawasan strategis.


"Khususnya pengembangan Kawasan Industri Batu Licin dan Kawasan Industri Jorong di Kalimantan Selatan, dan pengembangan potensi ekonomi lokal masyarakat di bagian selatan dari Pulau Kalimantan," kata Basuki, dikutip dari laman
PUPR
, Selasa, 4 Agustus 2015.


Sementara itu Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin menjelaskan dalam rancangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, jembatan penghubung Pulau Kalimantan - Pulau Laut telah dianalisis dari aspek pengembangan kewilayahan, aspek aspirasi lokal daerah, aspek sistem jaringan, dan aspek teknis dan pembiayaan.


Menurut dia, ada tiga  alternatif lokasi jembatan, yakni alternatif satu, Tarjun sepanjang sekitar 6.200 meter, alternatif dua di Pulau Suwangi sekitar 8.320 meter dan alternatif Tanjung Serdang sepanjang sekitar 5.880 meter.


Adapun jenis jembatannya
cable stayed bridge dan external prestressed box
girder serta
pile slab
dengan estimasi biaya Rp3,6 triliun dan skema
cost sharing
Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Kota Baru dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.


Menteri Basuki menambahkan, rencana pembangunan jembatan penghubung Pulau Kalimantan - Pulau Laut mengedepankan dua aspek. Pertama, kerangka pengembangan kawasan di bagian selatan Pulau Kalimantan, terutama di kawasan Batulicin dan kawasan Kota Baru, serta kawasan lainnya di daratan selatan Kalimantan.


"Infrastruktur jembatan kiranya dapat menggerakan ekonomi wilayah di selatan Kalimantan, namun juga dalam konteks Kotabaru sebagai hub transportasi di Indonesia bagian Tengah dan Timur ke arah Sulawesi dan kepulauan Timur," kata dia.


Selanjutnya, aspek kedua saat ini kelaikan dan kelayakan jembatan berjenis panjang akan ditentukan oleh Komisi Keselamatan Jembatan Panjang dan Terowongan dibawah tanggungjawab Menteri PUPR.


Infrastruktur Energi Sumbang 0,25% Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Basuki, komisi ini akan menilai kelayakan dan kelaikan desain jembatan di awal perencanaan, dan di akhir pembangunan, akan dikeluarkan sertifikasi  penggunaan jembatan oleh Kementerian PUPR.
Hari Ini, Jokowi Resmikan Jembatan Senilai Rp1 Triliun
Ilustrasi/Bandara Adi Sutjipto

Menanti Pintu Gerbang Dunia di Kulonprogo

Sudah lama direncanakan, belum tereksekusi.

img_title
VIVA.co.id
8 Agustus 2016