Melanjutkan Budaya Menabung Sejak Dini

Edukasi literasi keuangan “Rajin Menabung” bagi siswa-siswi
Sumber :

VIVA.co.id – Menabung sudah menjadi kata sehari-hari yang selalu diingatkan berbagai pihak. Ketika kita masih kecil, orang tua dan guru seringkali mengingatkan untuk menyisihkan uang saku dan memasukkannya ke dalam celengan. Tanpa disadari, peringatan itu lama-lama tumbuh menjadi budaya yang baik.

img_title Inovasi dan Nilai Transformasi Digital menjadi Tema IKF VII

Sebagai institusi keuangan yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali mewujudkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Kali ini, BCA menyelenggarakan edukasi literasi keuangan “Rajin Menabung” bagi siswa-siswi SDN 04 Pringgabaya, Lombok Timur, NTB dan SDN 01 Gondanglegi Wetan, Malang, Jawa Timur. Edukasi literasi keuangan ini termasuk salah satu dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Bakti BCA pilar Solusi Cerdas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BCA membagikan pengetahuan dan keterampilan perencanaan keuangan sejak usia dini, salah satunya melalui budaya menabung. Diharapkan, para siswa memiliki gambaran dan pengetahuan yang utuh tentang manfaat melakukan perencanaan keuangan sedari dini. Apabila pelajar sudah mendapatkan edukasi mengenai literasi keuangan, maka mereka akan lebih mudah mengelola keuangan dengan mengakses layanan dan fasilitas keuangan, termasuk diantaranya tabungan.

img_title Transaksi Swap Lindung Nilai Nasabah Eksportir BCA di 4 Kota

Edukasi literasi keuangan “Rajin Menabung” bagi siswa-siswi

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk memulai kebiasaan menabung pada siswa. Salah satunya dimulai dengan mengatur uang saku. Misalnya, ketika siswa diberikan uang saku Rp10.000 per hari, maka mereka mulai menentukan berapa banyak uang saku untuk ditabung dan berapa banyak uang saku untuk jajan, bahkan orang tua dapat turut mendorong mereka untuk menyisishkan uang saku mereka untuk ditabung. Orang tua yang tegas akan menanamkan jiwa disiplin siswa untuk mengatur keuangan sejak dini.

img_title Tenun Ikat dalam Seragam Baru Korporasi BCA

Selanjutnya, siswa perlu ditanamkan pemikiran untuk memiliki target. Pemikiran ini akan mendorong siswa untuk menabung sebelum membeli. Ke depannya, untuk memenuhi kebutuhan, maka mereka tidak akan meminta kepada orang tua, namun berusaha sendiri untuk mewujudkannya. Jiwa gigih dan tekun siswa ini menjadi nilai tambah tersendiri dalam membangun budaya menabung. Misalkan saja saat siswa sedang membutuhkan sepeda baru untuk pergi ke sekolah, maka mereka akan menerapkan perhitungan uang saku yang mereka sisihkan setiap harinya. Dengan menabung Rp5.000 per hari, maka mereka memiliki target Rp50.000 dalam sepuluh hari. Selanjutnya, target tabungan siswa akan semakin meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan peningkatan jumlah uang saku mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut