Dirjen Pajak Bahas Realisasi Penerimaan Perpajakan Nasional 

DIrektur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi.
Sumber :
  • Shintaloka Pradita Sicca/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi, mengatakan total realisasi penerimaan perpajakan nasional Indonesia hingga akhir 2016 senilai Rp1.280,6 triliun atau 97 persen dari revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Buka Beasiswa LPDP 2022, Menkeu Minta Pengelola Dana Abadi Transparan

Ani, sapaan akrab Menkeu, merevisi APBN-P 2016, dari Rp1.539,2 triliun menjadi Rp1.320,2 triliun, setelah dikurangi dengan shortfall Rp219 triliun. 

"Dengan kinerja yang baik ini kita bisa menyelamatkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang kurang dari tiga (2,64) persen dari PDB (Produk Domestik Bruto)," kata Ken di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta pada Sabtu, 31 Desember 2016.

Sri Mulyani: Subsidi Jadi Belanja APBN Terbesar pada Januari 2022

Sehingga, bisa dikatakan realisasi perpajakan Nasional Indonesia mencapai sebesar 83,19 persen dari APBN, yang sebesar Rp1.539,2 triliun. 

Perlu diketahui, pada 26 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) No.8/2016 tentang Langkah-langkah Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2016.

Jokowi Bahas Tiga Isu Utama APBN 2023 di Sidang Kabinet Paripurna


 

Ilustrasi: Pemulihan Ekonomi. Foto: Shutterstock

Yuk Simak! Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional 2022

Pandemi di Indonesia belum berakhir. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pemerintah untuk menangani dampak ekonomi ialah Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

img_title
VIVA.co.id
15 Juni 2022