Indonesia Targetkan Ekspor Non-Migas ke Nigeria

Duta Besar RI untuk Abuja Harry Purwanto
Sumber :
  • KBRI Abuja

VIVA.co.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abuja mengadakan pertemuan bisnis dengan Plateau Chamber of Commerce, Industry, Mining, and Agriculture atau PLACCIMA pada hari Senin, 27 Maret 2017 di Jos, ibu kota negara bagian Plateau, Nigeria.

Dalam paparannya, Duta Besar RI untuk Abuja Harry Purwanto mengundang anggota PLACCIMA untuk mengikuti "32nd Trade Expo Indonesia 2017" yang akan diselenggarakan pada tanggal 11 hingga 15 Oktober 2017. Pada tahun lalu, sekitar 500 pengusaha dari 11 negara Afrika Barat mengikuti TEI dengan nilai komitmen investasi dan perdagangan sebesar US$ 129 juta.

Beberapa produk Indonesia yang menjadi primadona bagi pebisnis Nigeria yakni produk makanan dan minuman, alat kesehatan, serta farmasi.

Semua itu memiliki kontribusi besar terhadap perdagangan Indonesia dan Nigeria pada tahun 2016. Kisaran nilainya mencapai sekitar US$.1,6 miliar, dengan ekspor non-migas Indonesia sekitar US$.310 juta. Untuk tahun ini, KBRI Abuja menargetkan kenaikan ekspor non-migas Indonesia ke Nigeria sebesar 5 hingga 10 persen.

Dubes Harry optimis target tersebut akan tercapai setelah melihat antusiasme pengusaha Nigeria dalam pertemuan bisnis di Plateau. Sekitar 20 peserta menyatakan akan mengikuti TEI tahun ini, sementara sisanya meminta informasi lanjutan tentang TEI.

Informasi tambahan akan difasilitasi baik oleh KBRI Abuja maupun Indonesian Trade Promotion Center. Para peserta juga menyatakan minatnya untuk mempelajari bagaimana Indonesia dapat sukses dalam bidang agribisnis dan pertanian.

President PLACCIMA, Elder Bulus Dareng, menyebutkan Nigeria perlu belajar dari Indonesia, terutama dalam hal menciptakan nilai tambah produk. Deputy President PLACCIMA, Chief Sammy, juga menyatakan keturutsertaannya dalam TEI 2017 mendatang.

"Saya akan datang di TEI 2017," kata Sammy, dalam keterangan pers yang diterima VIVA.co.id dari KBRI Abuja, Selasa 28 Maret 2017.

Pandemi COVID-19 Picu Deglobalisasi?

Sementara itu, Dubes Harry menambahkan Nigeria Indonesia Commerce Association atau NICA, yang didukung penuh oleh KBRI Abuja, pada tahun ini memiliki program business trip ke Indonesia. Rencananya, program tersebut mulai dijalankan pada bulan Mei 2017.

Melalui program ini, para pengusaha Nigeria diharapkan mendapat sarana dan fasilitas di bidang agribisnis dan program 2nd Indonesia Agriculture support, yang meliputi pelatihan kepada para petani Nigeria pada bulan Juli 2017.

Corona Ubah Tren Perdagangan Dunia, Kemendag Atur Strategi

Kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama antara KBRI Abuja dan PLACCIMA ini menghadirkan Dbes RI Abuja Harry Purwanto, Presiden PLACCIMA Elder Bulus Dareng, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan dan Direktur Indonesian Trade Promotion Center Lagos Nino Wawan Setiawan, Executive Director NICA Dr. Elvis, serta sekitar 40 anggota PLACCIMA.

Business Meeting ini adalah bagian dari program diplomasi ekonomi KBRI Abuja untuk memperluas akses pasar di Afrika Barat. Selain ke negara bagian Plateau, KBRI Abuja gencar mempromosikan produk Indonesia di berbagai ajang pameran seperti Food West Africa 2017 di kota Lagos, AgrikExpo 2017 di kota Abuja, dan Ghana International Trade Fair 2017 di kota Accra.

Harga Minyak Mentah AS Terpukul Serendah-rendahnya, Sampai Minus
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi

Mendag Prediksi RI Bakal Jadi Raksasa Perdagangan Karbon Dunia

Indonesia berpotensi menjadi carbon offset superpower di dunia melalui perdagangan karbon sukarela secara internasional.

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2021