- VIVA.co.id/M Ali Wafa
“Ya, lumayan lah untuk menafkahi anak istri di rumah,” ujar Sismoro yang sudah mengemudikan bemo selama 10 tahun ini.menafkahi anak istri di rumah,” ujar Sismoro yang sudah mengemudikan bemo selama 10 tahun ini.
Soal penghasilan, tutur pria asal Tegal ini, rute trayek yang tidak terlalu jauh menjadi alasan para sopir konsisten menarik bemo. Mereka perlu mengeluarkan tenaga yang cukup besar untuk melintasi rute itu.
IrhamIrham, sopir asal Indramayu, Jawa Barat, merasakan, bemo sebagai angkutan umum paling cocok untuk dikemudikan. Indramayu, Jawa Barat, merasakan, bemo sebagai angkutan umum paling cocok untuk dikemudikan.
Di usianya yang menginjak 49 tahun, dia masih bisa santai, meski tiap hari berkutat dalam kemacetan ibu kota dengan bemonya. “Orang seusia saya bawa bemo itu masih bisa santai. Tidak terlalu memforsir tenaga lah,” ujarnya.
Kehadiran moda transportasi lain, seperti angkutan kota maupun berbasis aplikasi online, tidak terlalu berpengaruh terhadap mereka. “Kalau dibilang pengaruh, pasti ada lah. Tapi, Alhamdulillah, kami masih bisa bertahan. Masyarakat juga masih ada yang mau naik bemo,” ujar Irham.moda transportasi lain, seperti angkutan kota maupun berbasis aplikasi online, tak terlalu berpengaruh terhadap mereka. “Kalau dibilang pengaruh, pasti ada lah. Tapi, Alhamdulillah, kami masih bisa bertahan. Masyarakat juga masih ada yang mau naik bemo,” ujar Irham.
SuadiSuadi, sopir bemo lainnya juga bersyukur. Di tengah gempuran berbagai moda angkutan lelaki 47 tahun ini masih bisa bertahan. (Baca juga : Angkutan Ibu Kota dari Masa ke Masa )gempuran berbagai moda angkutan, lelaki 47 tahun ini masih bisa bertahan.
Meski kehadiran online berpengaruh, ia masih bisa memperoleh penghasilan untuk keluarga. "Sudah pasti ada pengaruhnya, tapi ya mau gimanagimana lagi," ujarnya.
Saat ini, ada sekitar 50 bemo di kawasan Benhil. Agar bisa bertahan, para pemilik terus berusaha merawat bemonya. Jika ada kerusakan dan harus mengganti suku cadang, mereka mencarinya ke toko khusus bemo di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Benhil. Agar bisa bertahan, para pemilik terus berusaha merawat bemonya. Jika ada kerusakan dan harus mengganti suku cadang, mereka mencarinya ke toko khusus bemo di Tanah Abang, Jakarta Pusat.