Suporter West Ham Nyanyikan Chant Anti-Palestina, Klub Langsung Bertindak
- REUTERS
VIVA – West Ham United meminta para pendukungnya menghentikan nyanyian yang dinilai mengandung pesan anti-Palestina. Imbauan tersebut disampaikan setelah sejumlah suporter klub London timur itu menyanyikan chant kontroversial dalam laga pembuka Championship 2026/2027 di markas Burnley.
West Ham menyadari adanya nyanyian yang dianggap menyinggung dan berpotensi memecah belah selama pertandingan di Turf Moor, Minggu lalu, Klub kemudian mengeluarkan pernyataan resmi pada Kamis (20/8), beberapa hari sebelum mereka menjalani pertandingan kandang pertama sejak terdegradasi dari Premier League.
Dalam pernyataannya, West Ham menegaskan bahwa dukungan kepada klub seharusnya tidak berubah menjadi tindakan yang dapat menyinggung atau memicu perpecahan di antara sesama suporter.
"Kami mendorong para pendukung untuk bernyanyi dengan lantang dan bangga tentang klub serta para pemain kami, tetapi jangan pernah dengan cara yang menciptakan perpecahan atau menyebabkan pelanggaran," demikian pernyataan West Ham.
Pernyataan tersebut juga menjadi pengingat kepada seluruh pendukung mengenai tanggung jawab dalam menjaga citra klub ketika berada di stadion maupun saat mengikuti pertandingan tandang.
Berawal dari Laga di Kandang Burnley
Persoalan ini mencuat setelah pertandingan pertama West Ham di Championship musim ini. The Hammers bertandang ke markas Burnley dan mendapati sebagian pendukung mereka menyanyikan chant yang dikaitkan dengan isu Palestina.
West Ham tidak secara spesifik menyebut lirik atau bentuk nyanyian yang dimaksud. Namun, klub menilai pesan tersebut tidak sejalan dengan nilai yang ingin mereka tampilkan kepada publik.
Situasi tersebut mendapat perhatian lebih karena West Ham baru saja merekrut pemain sayap asal Israel, Manor Solomon, dari Tottenham Hotspur pada bursa transfer musim panas. Solomon menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama klub tersebut.
Kehadiran pemain asal Israel itu sebelumnya juga memunculkan reaksi dari sebagian kelompok pendukung yang pro-Palestina. Isu tersebut kemudian ikut mewarnai hubungan antara aktivitas suporter dan kebijakan klub pada musim baru.
Meski demikian, West Ham tidak secara eksplisit menyatakan bahwa chant tersebut ditujukan kepada Solomon. Klub hanya menegaskan bahwa nyanyian yang mengandung pesan memecah belah tidak dapat dibenarkan.