Presiden Napoli Minta FIFA dan UEFA Hentikan Laga Internasional

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis
Sumber :
  • Mirror

VIVA – Pada pekan awal September 2020, otoritas sepakbola dunia (FIFA) memutuskan menggelar kalender internasional atau pertandingan antar tim nasional di tengah pandemi COVID-19 untuk pertama kalinya. Namun, pada jeda internasional ini hanya negara-negara benua Eropa atau anggota UEFA saja yang menggelar pertandingan.

Sebab, sebagian besar negara dari benua lain kesulitan menggelar laga internasional karena masih disibukkan dengan agenda kompetisi domestik mereka yang masih tertunda akibat COVID-19. Selain itu, banyak juga sebagian besar negara yang menetapkan kebijakan lockdown ketat terkait kedatangan orang asing dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung UEFA Nations League, Italia dan Belanda Beraksi

Atas dasar tersebut, Presiden Napoli, Aurelio De Laurentis, mengkritik keputusan FIFA dan UEFA yang tetap ngotot menggelar jeda internasional di tengah pandemi COVID-19. Terlebih, jelas De Laurentis, setiap negara mempunyai kebijakan tersendiri dalam menetapkan protokol kesehatan untuk mencegah virus Corona yang tidak bisa disamakan dengan keputusan FIFA atau UEFA.

Memang, kebijakan negara-negara di Eropa terkait kedatangan orang asing tidak terlalu rumit dan sejalan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan FIFA atau UEFA. Kondisi itu membuat UEFA memutuskan untuk tetap menggelar lanjutan pertandingan UEFA Nations League.

De Laurentis pun meminta kepada FIFA dan UEFA untuk meniadakan sementara kalender internasional demi keberlangsungan kompetisi masing-masing negara. Hal tersebut lantaran kompetisi domestik membutuhkan banyak waktu mengejar keterlambatan dan krisis finansial yang mulai dialami sejumlah klub.

"Kita semua terjebak dalam imajinasi kolektif yang akhirnya tidak diketahui. Sangat sulit untuk memahami pasar yang membuat perjalanan kompetisi terdistorsi, dan itu bukan karena keinginan kami dari klub-klub," kata De Laurentis, seperti dikutip Tuttomercatoweb, Jumat 4 September 2020.

Baca Juga: Ungkap Keburukan MU, Alexis Sanchez Menyesal Sejak Hari Pertama Gabung

Program Restrukturisasi Kredit Terdampak COVID-19 Berakhir, OJK Ungkap Alasan Tak Diperpanjang

"Tetapi, mungkin saja itu keinginan kami dari kami Liga Italia dengan liga-liga yang lain untuk memberitahu semua pemerintah Eropa, dan memberitahu UEFA bahwa kami berhenti. Tidak baik bagi kami diperintahkan oleh Anda yang tidak mengerti apa-apa untuk memeras sepakbola dengan menetapkan kalender internasional dan mendukung kejuaraan tim nasional," ujarnya.

Lebih lanjut, De Laurentis mengatakan, bahwa penggemar sepakbola saat ini lebih tertarik untuk melihat kompetisi domestik mereka berjalan lancar dan kembali normal. Hal itulah yang membuat penggemar sepakbola lebih siap datang menyaksikan klub kesayangannya demi menyelamatkan kondisi finansial, ketimbang menonton pertandingan tim nasional.

Keuskupan Agung Jakarta Sebut Paus Fransiskus Akan Kunjungi Indonesia September 2024

"Penggemar pasti memiliki hati pada tim nasional, tetapi yang terpenting, mereka ingin melihat kompetisi mereka berjalan. Itulah mengapa penggemar lebih berinvestasi dan mementingkan pergi ke stadion untuk menyaksikan klub favoritnya, ketimbang mendukung negaranya. Jadi, FIFA dan UEFA harus mundur selangkah," tuturnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja

Pilkada 2024 Berbeda dan Lebih Kompleks dibanding Pilkada Serentak Sebelumnya, Menurut Bawaslu

Ketua Bawaslu RI mengatakan bahwa Pilkada Serentak 2024 berbeda dan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan penyelenggaraan pilkada serentak sebelumnya.

img_title
VIVA.co.id
22 April 2024