Erick Thohir: Jangan Terjebak Dikotomi Pemain Naturalisasi dan Lokal

Menteri BUMN Erick Thohir
Sumber :
  • Antara

Jakarta – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyampaikan pesan agar dikotomi pemain naturalisasi dan lokal harus dihancurkan. Karena sedianya sepakbola adalah pemersatu bangsa, dan perdebatan naturalisasi dan lokal cuma membuat perpecahan.

Resmi, Timnas Indonesia U-23 Dapat Kabar Baik dari Erick Thohir soal Nathan Tjoe-A-on

Perdebatan antara pemain naturalisasi dan lokal ini kerap bermunculan. Mulai disuarakan oleh pelaku sepakbola, pengamat, sampai ke tingkat masyarakat melalui media sosial.

Erick bicara soal ini saat ditanya soal kemungkinan Timnas Wanita Indonesia diisi pemain naturalisasi, seperti halnya di Timnas Indonesia. Menurut dia itu adalah hal wajar, tapi PSSI memiliki pertimbangan tersendiri.

Masih Ingat 34 Pemain Pertama Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia, Ada M Tahir hingga Andritany

Ketum PSSI, Erick Thohir

Photo :
  • tvOne

Sejak memimpin PSSI, Erick mengklaim telah memperbaiki program naturalisasi. Pihaknya ingin kebijakan naturalisasi tersentralisasi di PSSI dan prioritas utama adalah mereka yang memiliki darah Indonesia.

Ngeri, Pemain yang Ngebet Bela Timnas Indonesia Bawa Crystal Palace Pecundangi Liverpool di Anfield

"Kita di PSSI sudah sepakat naturalisasi harus membawa perbaikan. Hari ini PSSI sudah perbaiki program naturalisasi, dan semuanya harus di tangan PSSI. Kami prioritaskan untuk Timnas dan pemainnya memiliki darah Indonesia," kata Erick.

Untuk pemain berdarah Indonesia yang ada di luar negeri, PSSI terbuka saja menurut Erick. Tapi dia tak mau perihal ini jadi fokus utama, dan nantinya berujung perdebatan. Yang terpenting baginya pemain itu memiliki keinginan membawa Timnas berprestasi.

"Pemain diaspora wanita kami juga terbuka, tapi tidak mau terjebak dalam dikotomi nasional dan diaspora. Ini harus dihancurkan karena kami mau bangun Timnas dengan siapa pun yang mau bawa Timnas kita juara," tuturnya.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir di IIMS 2024

Photo :
  • Arianti Widya

"Dikotomi ini yang harusnya dihancurkan karena sepakbola untuk persatuan. Kami terbuka saja, tapi tetap akar rumput harus dibina," imbuh Erick.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya