Gabriel Batistuta, Sang Dewa yang Dicerca dan Dihina

Gabriel Batistuta saat masih membela Fiorentina
Sumber :

Gabriel Batistuta saat masih membela Timnas Argentina

img_title Klasemen Liga Italia usai Juventus Dibantai Lazio

Secara mengejutkan, Batistuta berhasil menjungkalkan AC Milan 2-1 di San Siro. Padahal, saat itu Milan dihuni oleh sedret nama besar semisal Franco Baresi, Dejan Savicevic, George Weah, dan Zvonimir Boban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keganasan Batistuta di kotak penalti lawan membuatnya dianggap bagai dewa oleh masyarakat kota Florence. Sampai-sampai, sebuah patung Batistuta dibangun pada 1995 persis di depan Stadio Artemio Franchi, markas Fiorentina.

img_title Tertinggal 1-3, Real Madrid Bangkit dan Bungkam AS Roma 4-3

Friksi mulai berkecamuk di kepala Batistuta. Sebab, sebagai seorang pemain, Batistuta tentu ingin membawa Fiorentina menjadi juara Serie A, alias merengkuh gelar Scudetto. Sayangnya, setelah sembilan musim berseragam ungu Batistuta tak juga berhasil membawa Fiorentina meraih gelar itu.

Musim 1999/2000 jadi yang terakhir buat Batistuta membela Fiorentina. Sebab setelah itu, ia memilih pergi dan bergabung dengan AS Roma. Kepergian Batistuta sontak membuat sejumlah fans Fiorentina marah besar. Alhasil, Batistuta pun tak luput dari sasaran caci dan maki. Bahkan, patung yang sudah dibangun pun dirobohkan suporter.

img_title Inter Milan Hajar Parma 3-0, Nerazzurri Gusur AS Roma dari Puncak Klasemen Liga Italia

Gabriel Batistuta saat membela AS Roma

Meski demikian, Batistuta sama sekali tak membalasnya dengan sikap negatif. Sebab baginya, Fiorentina dan suporter adalah elemen yang sangat penting tak hanya dalam karier, tapi juga dalam cerita hidupnya.

"Sejak tiba di Fiorentina, saya menginginkan sebuah tempat di dalam sejarah klub ini. Dan sekarang, saya bisa mengatakan bahwa saya sudah berhasil," ujar Batistuta saat memberikan testimoni perpisahan dikutip The Guardian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan Batistuta bergabung dengan Roma ternyata tepat. Tak percuma juga Roma menebusnya dengan dana sebesar 36,2 juta Euro, atau senilai dengan Rp562,9 miliar (kurs saat ini). Sebab, Batistuta langsung meraih gelar yang sudah lama didambakannya. Ya, Roma sukses menyabet gelar Scudetto musim 2000/2001. 

Meskipun mimpinya jadi kenyataan saat berseragam I Giallorossi, namun hati Batistuta tetap ada di kota Florence dan Fiorentina. Setelah sempat membela Inter Milan dan Al-Arabi, Batistuta akhirnya pensiun pada 2005. Total Batistuta mencetak 292 gol dalam 537 penampilan dalam 17 tahun kariernya.

Laga Napoli v AS Roma

Dramatis! AS Roma Bangkit dari Ketertinggala, Napoli Gagal Menang di Kandang

Napoli gagal menang setelah ditahan AS Roma 3-3 di Liga Italia 2026/2027. Brace Scott McTominay dibalas dua gol Leonardo Balerdi pada menit-menit akhir.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut