Bos Wikipedia Ngoceh soal Facebook dan Twitter

Logo Facebook.
Sumber :
  • Instagram/@lxa_london_dubai

VIVA – Pendiri Wikipedia, Larry Sanger baru-baru ini mengecam bos Facebook, Mark Zuckerberg. Kecaman tersebut berisi soal platform yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan.

img_title 9 Juta Akun TikTok Anak Dinonaktifkan, Instagram 85 Ribu-Facebook 99 Ribu

Sanger juga menyebut nama Twitter. Ia mengatakan, dua raksasa media sosial itu menggunakan data pelanggan untuk meraup keuntungan. Dia juga tidak senang dengan algoritma Facebook, yang diklaim berdampak pada jiwa penggunanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka bisa membentuk pengalaman Anda, mereka bisa mengontrol apa yang Anda lihat, kapan Anda melihatnya. Tanpa disadari, Anda menjadi roda dari mesin mereka," ujarnya, dilansir dari BGR, Minggu 7 Juli 2019.

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Menurut Sanger, internet tidak akan bisa berkembang, jika dikendalikan oleh orang-orang seperti Zuckerberg. Maupun mereka, yang saat ini bekerja di Lembah Silikon, Amerika Serikat.

Sanger melihat, orang-orang yang berada di perusahaan teknologi itu memiliki banyak kekurangan. Mereka disebut tidak memiliki kemampuan, dan terlalu mengatur.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

"Mereka tidak mampu, terlalu mengontrol. Mereka tidak mengerti seluruh ide dari bawah ke atas," tuturnya.

Bukan kali ini saja Zuckerberg dikritik. Beberapa waktu lalu, mantan Kepala Keamanan Facebook, ALex Stamos juga mempertanyakan kebijakan baru yang dikeluarkan mantan bosnya itu, yakni soal hilangnya moderasi ucapan untuk menyaring perilaku buruk pengguna.

Ilustrasi Facebook.

Meta Nonaktifkan Ratusan Ribu Akun, Facebook Jadi Sorotan!

Meta nonaktifkan 184 ribu akun anak di Facebook dan Instagram sebagai bagian dari penerapan PP Tunas. Pemerintah juga menyoroti perlindungan anak di media sosial.

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut