Manusia Ingin Jadi Dewa di Mars

Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment
Sumber :
  • NASA

VIVA – Robot penjelajah Mars yang dibangun Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA), Perseverance, telah berhasil mendarat di sana. Penjelajah seukuran mobil itu baru saja memulai eksplorasi ilmiahnya di Planet Merah.

img_title Anggota Parlemen Malaysia Pakai Bahasa Jawa Soroti Karhutla di Indonesia

Bahkan dalam beberapa minggu ke depan, ia akan membantu membuka jalan bagi manusia masa depan untuk melakukan perjalanan ke dunia tetangga kita dengan instrumen kecil yang dikenal sebagai Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

MOXIE akan mengeluarkan oksigen berharga dari atmosfer beracun Mars. Alat itu sangat kecil, seukuran kotak roti dan berwarna emas. Teknologi itu tersimpan di dalam sasis Perseverance, di mana ia akan melakukan demonstrasi pertama soal in-situ resource utilization (ISRU).

img_title Respons Pejabat dan Warga Malaysia atas Pernyataan Kepala Bakom RI soal Asap Karhutla dan Oksigen

Artinya alat itu akan menggunakan sumber daya lokal untuk eksplorasi daripada membawa semua bahan yang diperlukan dari Bumi, dilansir dari situs Live Science, Jumat, 19 Maret 2021.

NASA telah lama tertarik pada ISRU dan mengeluarkan seruan untuk eksperimen penghasil oksigen ketika Perseverance dibuat, menurut Eric Daniel Hinterman, seorang mahasiswa doktoral di Massachusetts Institute of Technology sekaligus anggota tim MOXIE.

img_title Tabung Oksigen 50 Kg Meledak di Jakarta Utara, Satu Orang Tewas

Oksigen memang berguna bagi astronot untuk bernapas, tapi oksigen lebih dipentingkan sebagai propelan roket. Ketika dikombinasikan dengan hidrogen, oksigen terbakar dalam ledakan kuat yang digunakan untuk mengangkat banyak roket modern dari landasan peluncurannya.

Photo :
  • DW/NASA

Selain propelan, pesawat ruang angkasa yang membawa manusia ke Planet Merah juga membutuhkan 30.000-45.000 kilogram oksigen untuk kembali ke rumah, menurut NASA .

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita bisa mengirim oksigen itu dari Bumi ke Mars, tapi jika kita bisa membuatnya di permukaan, berpotensi menghemat banyak uang," kata Hinterman.

Setiap oksigen tambahan yang dihasilkan melalui teknologi ISRU dapat masuk ke sistem pendukung kehidupan untuk astronot saat berada di permukaan Mars.

Menkes Budi Gunadi Sadikin (kanan) memantau layanan kesehatan di Puskesmas Pahandut Kalteng

Beredar Video Menkes Sesak Nafas hingga Pakai Tabung Oksigen saat Tinjau Karhutla di Kalimantan, Begini Faktanya!

Menkes menggunakan tabung oksigen saat kunjungan ke Palangka Raya, karena mau memberikan edukasi tentang fasilitas penanganan dampak asap, bukan karena sesak nafas.

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut