Alat Canggih Penentu Awal Ramadan

Teleskop Vixen Tipe ED 815.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Avra Augesty

VIVA.co.id – Dalam rangka menyambut 1 Ramadan 1438 Hijriah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika akan menggelar kegiatan observasi pengamatan hilal atau penampakan bulan, sore hari ini, Jumat, 26 Mei 2017.

img_title PBNU Tetapkan 1 Muharam 1448 H Jatuh 17 Juni 2026, Hilal Tak Terlihat di Seluruh Titik Pemantauan

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan informasi tanda waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia pun menyebut alat yang berperan untuk memastikan posisi hilal adalah teleskop Vixen Tipe ED 815. Teleskop motorized ini disiapkan menghadap ke arah barat, tepat di posisi matahari terbenam.

img_title Alasan NU Tetap Gunakan Rukyatul Hilal untuk Tentukan Awal Ramadhan

"Peralatan yang kami pakai teleskop Vixen tipe ED 815. Teleskop ini juga dilengkapi alat pendukung Kamera DLSR Cannon tipe EOS 500D, Detector Prime Focus, Kompas Brunton, GPS Garmin 76cCSX, dan Baffle Tabung," kata Daryono di Jakarta.

Selain itu, ia melanjutkan, program pemrosesan citra hilal ini berupa Astro Photography Tools V.3.31, Adobe Photoshop CS6/ Photoscape, Splitcam, Manycam, serta Adobe Flash Media.

img_title Hilal Tak Terlihat di 45 Titik, PBNU Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Pemantauan hilal sendiri akan dilakukan selepas magrib, karena menurut perhitungan atau hisab, hilal dengan ketinggian di atas 2,5 derajat baru akan terjadi selepas magrib. (ase)

ucapan selamat tahun baru Islam

PBNU Putuskan 1 Muharam 17 Juni 2026, Kemenag Jelaskan Alasan Beda Tanggal Penetapan

Kemenag menetapkan 1 Muharam 1448 H pada 16 Juni 2026 dan menghormati keputusan PBNU yang menetapkan bahwa Tahun Baru Islam jatuh pada 17 Juni berdasarkan rukyatul hilal.

img_title
VIVA.co.id
16 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut