Mengenal Alat Tradisional dan Modern Pemantau Hilal

Memantau Posisi Hilal
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Pengamatan hilal atau bulan sabit pertama dilakukan mulai siang sampai jelang petang hari ini, Jumat, 26 Mei 2017, untuk menentukan awal Ramadan 1428 H. Hal ini dilakukan berbagai institusi, ormas di berbagai wilayah di Indonesia. 

img_title PBNU Putuskan 1 Muharam 17 Juni 2026, Kemenag Jelaskan Alasan Beda Tanggal Penetapan

Untuk mengamati hilal biasanya menggunakan berbagai perangkat dan alat, mulai dari yang tradisional sampai modern. Semua alat pada prinsipnya dipakai untuk menemukan atau melihat hilal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk alat tradisional, pengamat hilal atau perukyat menggunakan alat bantu yang disebut 'gawang lokasi'. Alat ini merupa penanda yang terdiri dari dua batang kayu atau logam untuk mengkonsentrasikan titik fokus hilal. 

img_title PBNU Tetapkan 1 Muharam 1448 H Jatuh 17 Juni 2026, Hilal Tak Terlihat di Seluruh Titik Pemantauan

"Alat 'gawang lokasi' berguna untuk memfokuskan pengamat pada arah hilal yang sudah dihitung," ujar Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin kepada VIVA.co.id, Jumat, 26 Mei 2017. 

Sedangkan alat modern pengamatan hilal yaitu binokuler, teleskop, kamera perekam citra dan komputer pengolah citra. 

img_title Alasan NU Tetap Gunakan Rukyatul Hilal untuk Tentukan Awal Ramadhan

Fungsi alat modern itu, kata Thomas, untuk memperkuat, merekam cahaya hilal untuk diolah citranya dan ditingkatkan kontras hilalnya.

Alat modern itu membantu perukyat dalam pengamatan, sebab bentuk hilal sangat tipis, ujung tanduknya lebih tipis dari bagian tengahnya. Sehingga hilal bisa tampak seperti goresan cahaya yang sangat tipis.

Lingkungannya mengarah ke Matahari karena hilal merupakan bagian Bulan yang mendapatkan cahaya Matahari. Dengan kondisi mata telanjang, terutama bagi pemula, bakal susah melihatnya. 

"Binokuler atau teleskop untuk memperkuat cahaya hilal. Kamera untuk merekam hilal diolah citranya dan ditingkatkan kontras hilalnya," jelasnya. 

Thomas menjelaskan, perkembangan teleskop dan binokuler membantu perukyat untuk mengenali hilal lebih baik lagi. Fungsi teleskop hanya mengumpulkan cahaya hilal yang redup. 

Sedangkan perkembangan teknologi kamera digital (dan CCD) serta teknologi pengolah citra (image prosesing) berbasis komputer makin mempermudah pengamatan. Apalagi teleskopnya kini banyak yang sudah dilengkapi komputer untuk memudahkan pengarahan ke posisi hilal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kamera digital dan perangkat lunak pengolah citra bisa mempercepat menemukannya karena kontras hilal bisa sedikit ditingkatkan. 

Sedangkan pengamatan hilal Observatorium Bosscha menggunakan alat modern, yakni teleskop portabel. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut