Begini Cara Canggih Awetkan Pempek
- VIVA.co.id/Tasya Paramitha
VIVA.co.id – Penggunaan metode ultrasound atau US desinfeksi dalam upaya pengawetan pempek dinilai menjadi metode terbaik dalam meningkatkan profit atau keuntungan dari produsen pempek di Indonesia. Selain itu, US desinfeksi adalah teknologi nontermal yang menjanjikan karena bersifat aman, tidak beracun dan ramah lingkungan. Dengan kata lain, penggunaan metode US dipastikan dapat mendukung pembangunan dan perekonomian masyarakat produsen pempek.
“Saat ini, metode US merupakan metode yang dianggap paling efektif dalam proses pengawetan pempek. Sehingga bisa meningkatkan profit produsen pempek,” kata Peneliti Bidang Kimia Pangan dari Wiratama Institute, Stessy Gultom, dalam siaran persnya, Selasa 25 Juli 2017.
Lebih jauh, jelas Stessy, kegunaan metode US adalah dapat memperpanjang masa berlaku makanan dan mempertahankan rasa, kandungan nutrisi serta karakter makanan. Terutama pada makanan yang sensitif terhadap panas. Sehingga metode US menjadi salah satu solusi dalam proses pengawetan makanan.
Stessy menuturkan, hasil riset sebelumnya menjelaskan, gelombang ultrasonik power ini memiliki energi yang tinggi sehingga berpengaruh dalam reaktivitasi kimia. Energi yang dihasilkan berbentuk gelombang yang memiliki tekanan sampai 1000 atmosfer atau atm dan suhu mencapai 5000K, sehingga dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang menempel di makanan.
Selain itu, metode ultrasonik juga sangat efektif dalam metode pendinginan makanan, karena dapat mempercepat terbentuknya inti bunga, sehingga mempercepat proses pendinginan yang dapat meningkatkan kualitas dari makanan beku.
“Metode ultrasonik dapat dimodifikasi dengan beberapa metode lain terutama proses pendinginan cepat, sehingga metode ini merupakan salah satu solusi dalam pengawetan makanan,” terangnya.
Problem produk kuliner
Ia menuturkan, seiring dengan meningkatnya jumlah UMKM di bidang kuliner tidak berbanding lurus dengan perkembangan teknologi pengawetan makanan di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu halangan dalam pemasaran produk. Dengan sistem penjualan produk berbasis daring, yang dapat menjangkau ke semua pelosok Indonesia, sayangnya kadang tidak didukung dengan fasilitas dari jasa kurir karena ada beberapa produk makanan yang sensitif terhadap temperatur. Sehingga tidak memungkinkan untuk dikirimkan dalam durasi waktu lebih dari dua hari.