Pesawat Tanpa Pilot, 50 Persen Lebih Penumpang Menolak

Ilustrasi pesawat terbang.
Sumber :
  • REUTERS/Greg Baker/Pool

VIVA.co.id – Penerbangan tanpa pilot menjadi hal yang mungkin di masa depan dengan adanya beberapa pengujian penerbangan tanpa awak. Namun, menurut sebuah studi yang dilakukan bank Swiss, UBS, menunjukkan, publik masih banyak yang belum siap untuk memanfaatkannya.

img_title Ungkap Mirisnya Industri Penerbangan RI, Asosiasi Maskapai Minta Ini ke Pemerintah

Diberitakan oleh The Verge, Senin 7 Agustus 2017, dari 8 ribu responden yang disurvei UBS, lebih dari setengahnya mengatakan  mereka tidak mau bepergian dengan pesawat tanpa pilot. Bahkan jika maskapai itu menawarkan harga murah, mayoritas responden enggan menaiki penerbangan otomatis tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara keseluruhan dari total responden, hanya 17 persen yang mengatakan mereka mau terbang dengan pesawat tanpa awak. Tetapi, persentase tersebut meningkat menjadi 27 persen saat tim survei mengurangi ukuran sampel untuk mereka yang berusia 18 hingga 24 tahun, dan 31 persen dengan mereka yang berusia 25 hingga 34 tahun.

img_title Iran Gerebek Gudang Produksi Drone Israel di Teheran, Ini yang Ditemukan

Penerimaan untuk terbang dengan pesawat tanpa pilot juga bervariasi di berbagai negara. Responden Jerman dan Prancis yang bersedia mengambil penerbangan ini sebanyak 13 persen, sedangkan responden Amerika Serikat yang paling banyak, dengan kesediaan untuk terbang tanpa pilot sebanyak 27 persen.

Survei tersebut mengatakan pesawat tanpa pilot dapat menghemat biaya penerbangan hingga US$30 miliar per tahun, yang diperoleh dari efisiensi biaya bahan bakar jalur penerbangan yang dioptimalkan serta penghapusan pengadaan dan pelatihan pilot.

img_title Penumpang Jeju Air Batalkan Tiket Pesawat Secara Massal Usai Kecelakaan Maut

UBS meyakini, suatu hari nanti calon penumpang dapat melihat adanya penghematan yang diberikan kepada mereka dalam bentuk pengurangan tarif, dengan asumsi tidak ada biaya tambahan untuk terbang dan maskapai penerbangan tidak mempertahankan manfaatnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Survei itu juga menemukan, penumpang Eropa mungkin hanya dapat melihat pengurangan biaya penerbangan sebesar 4 persen. sedangkan persentase rata-rata dari total biaya dan keuntungan rata-rata dalam pengurangan harga untuk maskapai penerbangan AS adalah 11 persen.

UBS memprediksi perubahan teknologi ini pada akhirnya akan membuat penerbangan menjadi lebih aman dan meminimalkan kesalahan kokpit manusia. Penerbangan otonom sudah diuji dan dikonsepkan. Misalnya Lilium Aviation baru-baru ini menguji purwarupa pesawat yang lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL). Pesawat ini seluruh mesinnya berbasis listrik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut