Deretan Kebohongan Dwi Hartanto 'The Next Habibie'
- www.tudelft.nl
- Penelitian master Dwi beririsan dengan sistem satelit, tapi dalam kaitan dengan bagian telemetri data satelit dan platform ground segment network.
- Saat ini saya menyelesaikan studi S3  riset Interactive Intelligence, Dept. of Intelligent Systems, pada Fakultas yang sama di TU Delft dengan judul disertasi ‘Computer-based Social Anxiety' Regulation in Virtual Reality Exposure Therapy'.
- Posisi saya yang benar adalah mahasiswa doktoral di TU Delft. Informasi
mengenai posisi dia sebagai Post-doctoral apalagi Assistant Professor di TU Delft adalah tidak benar. Â
II. Klarifikasi fakta berita di media mass nasional
Pada 2015, Dwi telah diberitakan berbagai media online. Dwi dikutip sebagai anak bangsa Indonesia di Belanda yang sukses menciptakan wahana mutakhir luar angkasa dan mengorbitkan satelit. Dwi mengklarifikasinya atas beberapa pemberitaan tersebut.Â
- Tidak benar bahwa saya adalah kandidat doktor di bidang space technology & rocket development. Saya adalah kandidat doktor di bidang Interactive Intelligence (Departemen Intelligent Systems)
seperti yang dijabarkan pada bagian klarifikasi latar belakang.
- Tidak benar bahwa saya dan tim telah merancang bangun Satellite Launch Vehiicle. Yang benar adalah bahwa saya pernah menjadi anggota dari sebuah tim beranggotakan mahasiswa yang merancang salah satu subsistem embedded flight computer untuk roket Cansat V7s milik DARE
(Delft Aerospace Rocket Engineering), yang merupakan bagian dari kegiatan roket mahasiswa di TU DelftÂ
- Proyek ini adalah proyek roket amatir mahasiswa. Proyek ini bukan proyek dari Kementerian Pertahanan Belanda, bukan proyek Pusat Kedirgantaraan dan Antariksa Belanda (NLR), bukan pula proyek Airbus Defence ataupun Dutch Space. Mereka hanya sebagai sponsor-sponsor resmi yang
memberikan bimbingan serta dana riset.
- Tidak benar bahwa pernah ada roket yang bemama TARAVTs (The Apogee Ranger versi 7s). Yang ada adalah DARE Cansat V7s.
III. Klarifikasi fakta di Mata Najwa
Dwi pernah diwawancarai oleh program televisi Mata Tajwa. Pada wawancara itu, Dwi mengaku menjalani postdoctoral dan asssistant profesor TU Delft. Dwi mengklarifikasinya.Â
- Tidak benar bahwa saya sedang melakukan Post-doctoral maupun sebagai Assistant Profesor TU Delft. Yang benar adalah saat wawancara terjadi hingga saat ini saya merupakan mahasiswa doktoral.Â