Deretan Kebohongan Dwi Hartanto 'The Next Habibie'

Dwi Hartanto, mahasiswa doktoral TU Delft, Belanda.
Sumber :
  • www.tudelft.nl

- Tidak benar juga bahwa saya bergerak dalam penelitian di bidang satellite technology and rocket development. Topik penelitian doktoral saya saat ini adalah dalam bidang intelligent systems khususnya virtual reality.

img_title Ilmuwan Indonesia Terlibat dalam Penelitian Menanam Padi di Mars

- Proyek yang diekspose dalam progam Mata Najwa tersebut bukan suatu proyek strategis untuk ISS (International Space Station). Proyek itu adalah proyek roket mahasiswa Stratos dari ekstrakurikuler
mahasiswa DARE TU Delft, sebagaimana saya jelaskan pada Klarifikasi fakta media massa nasional. Itu pun peranan teknis saya saat itu adalah pada pengembangan flight control module dari roket tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Saya bukan technical director pada proyek roket dan satelit tersebut di atas. 

img_title Pengalaman Unik 3 Ilmuwan Perempuan, Eksperimen Meledak Depan Presiden

- Dengan demikian informasi bahwa saya satu-satunya orang non-Eropa yang masuk di ring 1
teknologi ESA adalah tidak benar. 

IV. Klarifikasi Fakta Kemenangan Kompetisi Antar-Space Agency Luar Angkasa DLR 

img_title 10 Ilmuwan Indonesia yang Hasil Risetnya Diakui Dunia, Siapa Saja?

Dwi juga beritakan telah memenangi lomba riset teknologi antar badan antariksa dunia di Jerman pada 2017. Dwi mengklarifikasinya. 

- Saya mengakui bahwa ini adalah kebohongan semata. 

-  Saya tidak pernah memenangkan lomba riset teknologi antar badan antariksa dunia di Jerman pada 2017.

- Saya memanipulasi template cek hadiah yang kemudian saya isi dengan nama saya disertai nilai nominal EUR 15000, kemudian berfoto dengan cek tersebut. Foto tersebut saya publikasikan melalui akun media sosial saya dengan cerita klaim kemenangan saya. 

- Teknologi ‘Lethal weapon in tiie sky’ dan klaim paten beberapa teknologi adalah tidak benar dan tidak pernah ada.

- Informasi mengenai saya bersama tim sedang mengembangkan teknologi pesawat tempur generasi ke-6 adalah tidak benar.

- Informasi bahwa saya (bersama tim) diminta untuk mengembangkan pesawat tempur EuroTyphoon di Airbus Space and Defence menjadi EuroTyphoon NG adalah tidak benar.

V. Klarifikasi seputar pertemuan dengan  B.J. Habibie

- Tidak benar bahwa Bapak B.J. Habibie yang meminta untuk bertemu. Sebelumnya saya telah
meminta pihak KBRI Den Haag untuk dipertemukan dengan Bapak B.J. Habibie.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Tidak benar bahwa Belanda menawarkan saya untuk mengganti paspor atau kewarganegaraan. 

- Tidak benar bahwa riset saya menggarap bidang national security Kementerian Pertahanan Belanda, ESA (European Space Agency), NASA, JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency), serta Airbus Defence.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut