Orangutan Jenis Baru di Sumatera Simpan Misteri
- www.livescience.com/Maxime Aliaga
VIVA – Penemuan spesies baru orangutan pada habitat terisolir di ekosistem Batang Toru, Kabupaten Tapanuli, Sumatera Utara menjadi kabar gembira bagi pemerintah Indonesia. Namun spesies baru yang dinamai oleh tim ilmuwan dengan Pongo tapanuliensis itu dalam kondisi terancam.Â
Dikutip dari Live Science, Senin 6 November 2017, ilmuwan yang terlibat dalam studi spesies itu menuturkan, spesies kera besar baru itu tergolong langka, populasinya kurang dari 800 ekor dan terfragmentasi, sehingga bisa terancam punah.Â
"Jika tidak ada langkah yang cepat untuk mengurangi ancaman saat ini dan masa depan untuk melestarikan hutan, kita bisa melihat penemuan sekaligus kepunahan spesies kera besar ini dalam masa hidup kita," jelas peneliti dalam jurnal Current Biology.
Untuk itu, ilmuwan menegaskan, agar memastikan kelangsungan hidup Pongo tapanuliensis dalam jangka panjang, tindakan konservasi perlu diimplementasikan dengan segera.  Baca: penemuan orangutan Tapanuli
Selain sedikitnya populasi spesies baru itu, jurnal tersebut menuliskan, ancaman datang dari kegiatan manusia misalnya pembangunan jalan ilegal, pembunuhan untuk pengembangan lahan, perdagangan hewan ilegal. Ancaman mutakhir, tulis peneliti dalam jurnal itu, yakni usulan pembangunan bendungan tenaga air di Sumatera. Pembangunan ini diprediksikan akan berdampak pada 8 persen populasi orangutan di Batang Toru.
Pongo tapanuliensis merupakan spesies kera besar baru yang pertama kali diajukan ilmuwan hampir 90 tahun terakhir. Selama ini, ilmuwan telah memahami ada enam spesies kera besar, yaitu orangutan Sumatera, orangutan Kalimantan, gorilla timur, gorilla barat, simpanse dan bonobo.Â
Spesies orangutan baru ini memang tergolong baru dibanding enam spesies lainnya. Ilmuwan bahkan tidak mengetahui keberadaan populasi spesies baru ini sampai 1997. Setelah tahun tersebut, riset ilmuwan menunjukkan grup orangutan ini punya perilaku dan genetik yang berbeda dibanding kelompok orangutan lainnya.Â
Studi mengenai spesies orangutan baru ini sebenarnya sudah makin terbuka sejak November 2013. Kala itu, ada orangutan jantan dari Batang Toru yang mati karena luka oleh penduduk lokal. Bangkai orangutan ini menjadi ‘pintu masuk’ bagi ilmuwan untuk mempelajari material fisik orangutan tersebut. Dengan menguji tulang secara hati-hati, terungkap adanya perbedaan pada tengkorak dan gigi dibanding dengan orangutan lainnya.Â