Cari Tahu Hobi Konsumen dengan Adopsi VR Pokemon Go

Peluncuran aplikasi mobile MAPClub.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah

VIVA – MAPClub memperbarui aplikasi mobile-nya setelah dua tahun berjalan. Tidak hanya membawa mesin pembelajaran atau machine learning untuk mengetahui apa yang konsumen sukai, mereka juga mengadopsi teknologi augmented reality (AR) dalam program REDxperience Wonderful Journey.

Pamer Aplikasi Baru, Dirut PLN Tampil Bikin Podcast

Adapun cara menjalankan program ini ialah dengan terlebih dahulu mengunduh atau download aplikasi MAPClub. Setelah melakukan registrasi, maka pengguna akan diarahkan untuk mengunduh MAPClub Redxperience.

Jika Anda mengingat gim Pokemon Go yang pernah viral, mereka memiliki cara bermain yang sama. Chief Operating Officer MAPClub, Marcella Dewi mengatakan, perusahaan ingin memberikan reward kepada pengguna sesuai dengan tagline mereka 'experience everyday'.

New Normal Saat Corona, Belanja Lewat Aplikasi Mobile Jadi Terbiasa

Untuk itulah mereka menyiapkan tujuh keajaiban alam yang bisa dimenangkan oleh pengguna.

"Kita punya tujuh dan mereka bisa pilih salah satunya. Saat ini kita tidak hanya kasih reward belanja atau redeem poin, tapi juga memberi dari sisi nontraksaksional. Experience di Central Park mulai hari ini sampai besok," katanya di Mall Central Park, Sabtu, 1 Desember 2018.

Google Kembangkan Teknologi Pokemon Go Bantu Orang Jaga Jarak

Ada pun ketujuh opsi yang mereka berikan ialah Aurora Borealis di Norwegia, Great Barrier Reef di Australia, Grand Canyon di Amerika, Glacier Bay di Alaska, Jeju Island di Korea Selatan, Great Wall di China dan Wild Safari di Afrika.

Pengguna bisa mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya hingga akhir Januari 2019. Dimulai pada Senin, 3 Desember pengguna bisa bermain VR di 330 toko yang tersebar di semua mal.

Selain mencari hadiah, pengguna yang membagikannya di media sosial juga mendapat poin tambahan.

Saat ini jumlah anggota mereka telah mencapai 2,3 juta, 60 persen berada di Jabodetabek dan Jawa, selebihnya tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian, total brand yang telah bergabung sudah 107, dan tahun depan ditargetkan mencapai 150.

Aplikasi mobile.

Perusahaan Tak Punya Aplikasi Mobile, Siap-siap Ketinggalan

Pertumbuhan aplikasi mobile seiring sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang telah mendorong pertumbuhan penggunaan smartphone di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
10 Desember 2021