Serang Yayasan Lentera Anak, Warganet: Ngerti Ora Son?

Peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, Reva Aulia Putri.
Sumber :
  • VIVA/Donny Adhiyasa.

VIVA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI belakangan ini menjadi sasaran perisakan atau bully warganet. Gara-garanya nih, lembaga pemerhati anak nasional itu menilai ada unsur eksploitasi anak dalam penyelenggaraan audisi umum atlet bulutangkis PT. Djarum.

Tragis, Penghancur Raja Bulutangkis Gagal Juara German Open 2022

Selain media sosial KPAI, akun Twitter @lenteraanak_ milik Yayasan Lentera Anak juga ramai ‘didemo’ warganet. Pada 8 Agustus 2019, akun tersebut pernah membuat utasan cuitan, berupa laporan dugaan eksploitasi anak di balik audisi beasiswa Djarum bulutangkis.

"Pada audisi ini peserta diharuskan mengenakan kaos dengan tulisan besar 'DJARUM' di bagian depan kaos, dengan jenis huruf dan warna tulisan yang sama dengan jenis huruf dan warna merek rokok Djarum. Selain itu selama kegiatan berlangsung anak juga terpapar brand image Djarum," tulis akun itu dalam cuitannya.

Tragis, Raja Bulutangkis Dunia Tersingkir dari German Open 2022

Inti dari thread yang mereka buat adalah, anak-anak telah dieksploitasi dengan memanfaatkan fisik mereka. Baju yang mereka gunakan dianggap sebagai ajang promosi. Apabila tidak mau dianggap promosi, menurut yayasan anak tersebut, seharusnya penyelenggara memakai nama yang bukan produk komersial.

Atas pernyataan Yayasan Lentera Anak, banyak juga warganet yang melempar pernyataan satire.

Tragis, Juara All England Hancur di Semifinal German Open 2022

"Iya min, kasihan nasib anak hasil 'eksploitasi' ini. Sekarang hidupnya bergelimang uang dan medali. Seharusnya anak seusia itu menempuh pendidikan lanjutan lalu setelah lulus S1 menganggur," balas akun @hooligiann.

"Ini yayasan kebanyakan suudzon, ngorek-ngorek kejelekan doang. Di bajunya juga tulisan Djarum Badminton Club, bukan Djarum Coklat apa Djarum Super. Lagian Djarum ngasih hadiah beasiswa pelatihan untuk jadi atlet profesional bukan hadiah gratis udud seumur hidup," balasan dari akun @astagadaging.

Ada juga warganet yang melempar komentar kocak, "Anak-anak di bawah umur sekarang sudah jarang yang coba-coba merokok, soalnya uangnya buat beli kuota bambang," tulis akun @heru2105.

"Dear lentera anak. Gw tanya ya, lu udah nyumbang berapa anak berprestasi yang harumin nama Indonesia di dunia?" komentar akun @HardyGunawan8.

“FYI, anak yg sudah masuk PB Djarum jika ketahuan merokok langsung dikeluarkan dari PB. Djarum. Dan PB. Djarum lebih banyak menghasilkan anak berprestasi daripada Yayasan Lentera Anak,” tulis akun @algifariAL.

Baca juga nih: Cara Kirim WhatsApp Tanpa Simpan Nomor Kontak

Dalam cuitan pada utasan Yayasan Lentera Anak itu, warganet juga menyoroti soal logika berpikir yang keliru. Yakni soal kritik jumlah peserta audisi yang kian tahun makin naik tapi kenapa penerima beasiswa bulutangkis hanya 0,01 persen dari peserta audisi. 

Cuitan ini dibalas satire oleh akun @myrockinphotos.

"Min atau siapapun itu, audisi ini amat ketat maka yg terpilih pun sedikit. Beda dengan audisi idol yg melibatkan umum utk menentukan pemenang. Ini cabang olahragayg nantinya diharapkan membawa harum Bangsa, jdi wajar sedikit. Ngerti ora son?" tulisnya. 

"ye bego. namanya audisi itu ya seleksi, yang ikut pasti banyak yang keterima sedikit. kalau keterima semua ya itu sunatan massal," jawab akun @efenerr. 

Nah menurutmu bagaimana baiknya kontroversi ini, bagaimana lasib bibit atlet bulutangkis kita?

 

Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai

Penghancur Praveen/Melati Juara German Open 2022, China Hancur Lebur

Penghancur Praveen/Melati, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai tampil mengerikan di final German Open 2022. China dibikin hancur lebur.

img_title
VIVA.co.id
14 Maret 2022