Mau Nasi Bebas Racun, Pakai Cara Masak ala Ilmuwan

Nasi putih.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Ternyata, nasi menyimpan racun arsenik lebih banyak dibanding makanan lainnya. Namun, para peneliti telah menemukan cara memasak yang dapat mengurangi senyawa itu, dengan tetap mempertahankan nutrisi di dalamnya.

img_title Bikin Khawatir! 525 Ton Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan Gizi, Ini Merek-mereknya

Sebenarnya, senyawa beracun itu didapatkan dari padi yang ditanam di sawah dan terendam banjir. Padi menyerap senyawa karsinogenik alami pada tanah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah studi oleh Ilmuwan Pertanahan dari Universitas Sheffield Inggris, Manoj Menon dan timnya menyelidiki sejumlah metode memasak beras. Mereka mencari cara untuk mengurangi arsenik, namun tetap menjaga kadar nutrisinya, seperti dilansir laman Science Alert, Rabu 4 November 2020.

img_title Wamentan Ungkap Stok Beras RI Tembus 4,5 Juta Ton, Bisa Bertahan 10 Bulan

Ada empat proses memasak nasi yang diteliti. Mulai dari penyerapan, nasi yang dicuci dan tidak, hingga nasi basah serta setengah matang.

Hasilnya, mereka menemukan nasi setengah matang dengan metode penyerapan atau PBA dapat mengurangi arsenik. Cara ini juga bisa mempertahankan nutrisinya.

img_title Mentan Amran Minta Pengoplos Beras SPHP Diberi Hukuman Mati

Cara memasaknya yakni dengan membawa air mendidih sekitar empat gelas dalam satu cangkir beras. Lalu masak selama lima menit.

Setelah itu hilangkan air, yang telah menghilangkan arsenik pada nasi. Tambahkan air biasa sebanyak dua gelas per satu cangkir beras. Terakhir, tutup nasi dan masak dengan api kecil. Lakukan ini hingga semua air terserap.

"Kami sangat merekomendasikan metode ini sambil menyiapkan nasi untuk bayi dan anak-anak, karena mereka sangat rentan pada risiko terkena racun arsenik," ujar Menon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Metode ini menghilangkan racun sebanyak 54 persen pada beras merah dan 73 persen dalam beras putih. Nutrisi yang dipertahankan paling banyak adalah fosfor, kalium, magnesium, zinc, dan mangan.

Baca juga: Virus COVID-19 Bisa Dideteksi Lewat Batuk

Ilustrasi beras.

Beras SPHP untuk Rakyat Malah Dijual Rp17 Ribu per Kg, Negara Sampai Rugi Miliaran!

Sebanyak 600 ton beras SPHP diduga dioplos dan dijual sebagai beras premium. Praktik ini berpotensi merugikan negara hingga Rp3,3 miliar. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut