Cari Istri Kedua di Aplikasi Kencan, Tabungan Rp700 Juta Lenyap

Ilustrasi calon istri penipu.
Ilustrasi calon istri penipu.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno – Seorang pria telah tertipu oleh calon istrinya yang bertemu di aplikasi kencan populer. Tidak hanya ditipu dalam hubungan, tabungannya juga terkuras hingga US$47 ribu atau sekitar Rp700 juta.

Sajjad Khan terpikat ke dalam skema investasi mata uang kripto palsu oleh calon istri keduanya dalam hitungan hari. Dia telah menyimpan uang itu selama beberapa tahun untuk membayar uang muka sebuah rumah.

"Saya patah hati dan hancur secara finansial. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Anna. Dia bilang dia dari Korea tapi tinggal di China. Segera kami mulai berbicara dan menjalin hubungan baik," kata pria berusia 40 tahun itu.

Anna memanggilnya 'honey', sementara Khan memanggilnya 'princess'. Khan kebetulan tengah mencari pasangan dan Anna dilihatnya sebagai istri yang sempurna. Anna mengatakan ingin membuka studio yoga dan membuat pria beranak 4 itu terkesan.

Dalam beberapa hari setelah romansa online, wanita itu mengatakan ingin berinvestasi ke mata uang kripto yang disebut BIS. Dia mengklaim investasi itu akan mengubah hidupnya.

Tidak hanya melibatkan urusan pribadi, dia juga dicaci oleh dua temannya yang berinvestasi di BIS atas perintahnya, mengutip dari situs The Star, Selasa, 9 Agustus 2022.

Aset kripto.

Aset kripto.

Photo :
  • CFO.com

Rekannya, Mohsin Ali dan AK masing-masing alami kerugian US$11 ribu atau Rp163 juta dan US$3 ribu atau Rp44 juta.

"Apa yang hilang sudah hilang. Kami serakah dan bodoh, tetapi kami tidak ingin orang lain berada dalam situasi yang sama seperti kami," kata Ali yang bekerja sebagai manajer operasi di sebuah perusahaan swasta di Uni Emirat Arab (UEA).

"Kami telah menyampaikan cerita kami sehingga orang dapat belajar dari kesalahan kami dan menghindari penipuan semacam itu," pesannya.

Akhir-akhir ini, aplikasi kencan telah menjadi tempat berburu predator internet dengan penipuan percintaan yang menghasilkan jutaan dolar setiap tahunnya.

Para ahli memperkirakan setidaknya satu dari sepuluh profil kencan online adalah palsu. Khan belum pernah bertemu Anna dan hanya berkomunikasi melalui WhatsApp.

Pria yang berbasis di Pakistan itu tidak pernah curiga ketika wanita itu memintanya untuk memindahkan percakapan mereka ke WhatsApp dan kemudian membujuknya untuk berinvestasi di BIS.

Agar tidak ada keraguan, penipu mengirimi Sajjad kertas putih setebal 68 halaman tentang mata uang kripto. Dia mengatakan BIS diperkirakan akan naik menjadi US$500 atau Rp7,4 juta.

Untuk meyakinkan korban, penipu memintanya membuka akun Binance dan kemudian mentransfer US$1.000 atau Rp14,8 juta ke platform perdagangan crypto bernama FidelityEx.

Ilustrasi penipuan.

Ilustrasi penipuan.

Photo :
  • U-Report

Tak lama setelah Sajjad melakukan investasi awal, wanita itu memandunya melalui proses penarikan keuntungan ke rekening banknya. Begitu dia mendapatkan kepercayaan Sajjad, dia mendorongnya untuk menginvestasikan lebih banyak uang untuk keuntungan yang lebih besar.

Tak lama kemudian, Sajjad dan teman-temannya telah memindahkan lebih dari Dh 230 ribu atau Rp930 juta dari rekening bank mereka ke pertukaran crypto dan kemudian mentransfer uang itu ke FidelityEx.

Situs menunjukkan bahwa mereka telah berhasil menghasilkan uang. Tetapi ketika mencoba menarik keuntungan dari FidelityEx, situs web tidak mengizinkan mereka melakukan itu.

Khan mencoba menghubungi Anna tetapi tidak mendapat tanggapan. Alih-alih dibalas, penipu menghapus akun WhatsApp-nya dan memblokir Khan di nomor lain.

"Sulit dipercaya bahwa wanita yang bertukar surat cinta dengan saya setiap hari akan menghindari saya dalam semalam. Pertama, dia mencuri hati saya, lalu dia mencuri uang saya," imbuhnya.