Ilmuwan Israel Temukan Reproduksi Seksual Miliaran Tahun Lalu

Archaea yang dilihat dari mikroskop.
Archaea yang dilihat dari mikroskop.
Sumber :
  • MPI f. Developmental Biology

VIVA Tekno – Sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti dari Technion, Israel Institute of Technology bersama dengan rekan-rekan mereka dari Uruguay, Swiss, Swedia, Prancis, Inggris, dan Argentina menemukan mekanisme yang digunakan untuk reproduksi seksual sekitar satu miliar tahun yang lalu.

Menurut situs Sputniknews, Rabu, 17 Agustus 2022, mekanisme ini berbeda dengan sistem reproduksi saat ini.

Dalam studi yang diterbitkan di Nature Communications bulan lalu, para peneliti mencatat bagaimana protein fusi mirip dengan yang ditemukan pada eukariota dan beberapa virus.

Pertemuan tersebut sama seperti sistem yang menyatukan sel sperma dan sel telur. Itu tampak serupa dalam struktur protein fusi yang disebut Fusexin1.

Mekanisme ini ditemukan di beberapa organisme bersel tunggal yang dikenal sebagai archaea atau arkea, merupakan domain mikroorganisme bersel satu.

Tim berhasil mengonfirmasi melalui percobaan dengan sel hamster bahwa protein fusi archaea dapat digunakan untuk menggabungkan sel eukariotik, seperti protein fusi yang ditemukan pada eukariota atau bakteri.

Meskipun tidak jelas apa gunanya protein fusi bagi organisme bersel tunggal jutaan tahun sebelum reproduksi seksual di planet Bumi dimulai, studi menunjukkan bagaimana archaea dapat bertukar gen dengan archaea lain atau bahkan bakteri melalui fusi membran.

Laboratorium Podbilewicz mempelajari fusi sel pada beberapa organisme, termasuk cacing nematoda C. elegans di mana itu terlibat dalam pengembangan organ bukan pembuahan. Tim penelitian juga menemukan bahwa fusogen cacing dapat menggabungkan amplop virus ke sel mamalia.