Detik-detik Pesawat NASA yang akan Tabrak Asteroid

Ilustrasi pesawat ruang angkasa DART yang mendekati asteroid Dimorphos.
Sumber :
  • NASA

VIVA Tekno – Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) akan segera melakukan misi pertahanan planet yang pertama di dunia dengan menabrak bulan Dimorphos yang diketahui mengikuti asteroid Didymos.

Begini Tampilan Gerhana Matahari Total dari Luar Angkasa

Tentu saja misi ini tidak menimbulkan risiko nyata bagi Bumi. Ini hanyalah sebuah eksperimen yang jika berhasil, suatu hari nanti akan digunakan untuk membuka jalan melindungi planet kita dari bencana luar angkasa.

Double Asteroid Redirection Test (DART) diluncurkan November tahun lalu. Didymos dan Dimorphos akan melakukan pendekatan terdekat ke Bumi dalam beberapa tahun mendatang pada akhir September, melewati jarak sekitar 6,7 juta mil (10,8 juta kilometer) dari planet kita.

Mitos Seputar Gerhana Matahari Total, Hanya 1 yang Benar

Dampaknya akan terjadi pada hari ini, pukul 19:14 ET atau Selasa besok, 27 September 2022 pukul 06:14 WIB. Aksi tumbukan ini dapat ditonton langsung di NASA TV dan saluran YouTube agensi asal negeri Paman Sam tersebut.

NASA Dapat Perintah Khusus dari Gedung Putih

Misi pertahanan planet NASA, DART

Photo :
  • NASA

Proyek Teleskop Virtual yang berbasis di Roma   juga telah bekerja sama dengan beberapa observatorium di Afrika Selatan, dan akan menunjukkan asteroid target secara real-time pada saat tabrakan yang dijadwalkan.

Menurut situs Daily Mail, Senin, 26 September 2022, para astronom mengatakan bahwa siapa pun yang menyaksikannya untuk melihat dampak, mungkin akan melihat perubahan kecerahan asteroid sebagai akibat dari tabrakan.

Pesawat DART senilai US$325 juta (Rp4,9 miliar) itu akan menabrak Dimorphos untuk mengubah kecepatan 'moonlet' bukan untuk melenyapkannya.

Meskipun batu ruang angkasa selebar 525 kaki tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi, NASA ingin mengukur orbit asteroid yang berubah karena tabrakan tersebut.

Demonstrasi pertahanan planet ini akan menginformasikan misi masa depan yang suatu hari nanti bisa menyelamatkan Bumi dari dampak asteroid yang mematikan.

Misi DART NASA

Photo :
  • PA

"Ini tidak akan menghancurkan asteroid. Ini hanya akan memberikan dorongan kecil," kata pejabat misi Nancy Chabot dari Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins, yang mengelola proyek tersebut.

Dimorphos menyelesaikan orbit di sekitar Didymos setiap 11 jam dan 55 menit, seperti jarum jam, tambah Chabot.

Tujuan DART adalah tabrakan yang akan memperlambat Dimorphos dan membuatnya jatuh lebih dekat ke asteroid yang lebih besar, memangkas 10 menit dari orbitnya. 

Perubahan periode orbit akan diukur dengan teleskop di Bumi. Perubahan minimum agar misi dianggap berhasil adalah 73 detik. Teknik DART terbukti berguna untuk mengubah arah asteroid bertahun-tahun atau puluhan tahun sebelum jatuh di Bumi dengan potensi bencana.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya