Nasib PSK Terancam oleh Kehadiran Clubhouse

Clubhouse.
Sumber :
  • Coconuts

VIVA – Media sosial Clubhouse tengah dirundung masalah di tengah lonjakan pertumbuhannya yang eksplosif. Platform ini dilaporkan memiliki lebih dari 10 juta pengguna pada pertengahan Februari. Permintaan untuk pembuatan akun sangat tinggi, sehingga banyak yang mencoba menjualnya hingga US$100 atau Rp1,4 juta.

img_title 19 Pekerja Migran Indonesia Dijadikan PSK di Dubai, Menteri Karding Sebut 7 Korban Sudah Dipulangkan

Tapi masalah utamanya bukan penjualan akun, melainkan penghapusan akun. Ini adalah masalah keamanan yang serius bagi pengguna yang tidak ingin mencampurkan kehidupan profesional dan pribadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Xiaomi Hidupkan Lagi Aplikasi gara-gara Clubhouse

img_title Polisi: Korban Prostitusi Berkedok Terapis di Jakut Totalnya 30 Orang, Ada Anak di Bawah Umur

Clubhouse mengharuskan pengguna untuk mendaftar dengan nomor telepon, dan membutuhkan akses kontak di ponsel pengguna untuk mengirimkan undangan ke orang lain. Platform ini hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang menerima undangan, sehingga pengguna terpaksa membagikan daftar kontak untuk mengundang teman atau kolega.

Karena memiliki akses penuh ke daftar kontak pengguna, aplikasi akan meminta pengguna untuk mengikuti pengguna lainnya yang kontaknya ada di perangkat. Hal ini memungkinkan pengguna melihat teman mana yang ada di Clubhouse, bahkan jika kontaknya itu tidak memiliki akun Clubhouse dengan nama asli mereka.

img_title Sindikat Prostitusi Berkedok Terapis di Jakut Terbongkar, Keuntungannya Mencapai Rp 1 Miliar

Konsep ini ternyata menjadi masalah serius bagi populasi rentan seperti pekerja seks komersial (PSK). Mereka kerap berusaha memisahkan kehidupan kerja mereka dengan kehidupan pribadi, sebagaimana dilansir dari situs Mashable, Kamis, 4 Maret 2021.

Para PSK yang saat ini masih menjalani profesinya atau sudah mantan, kerap menghadapi pelecehan, pemecatan dan konsekuensi-konsekuensi lainnya. Akibat ada di Clubhouse maka mereka bisa kembali menghadapi perundungan (bully).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Daftar kontak saya sangat banyak karena saya telah memiliki nomor telepon yang sama selama 15 tahun. Ada banyak jenis orang di kontak yang saya ingin mereka tidak menyadari kehadiran saya di Clubhouse, seperti anggota keluarga hingga mantan rekan kerja. Orang yang saya kenal sengaja saya tidak bagikan detail pekerjaan saya di Clubhouse. Lagian, saya juga tidak mau," kata seorang PSK yang minta dirahasiakan identitasnya.

Ia juga mengaku bergabung dengan Clubhouse pada 30 Desember 2020. Nama pengguna yang dicantumkan di aplikasi adalah personanya sebagai PSK. Artinya, siapa pun yang memiliki nomor teleponnya dan bergabung dengan Clubhouse akan mengetahui pekerjaan aslinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut