Perbandingan Keamanan Sidik Jari vs Face Unlock: Mana yang Lebih Unggul?

Ilustrasi fingerprint.
Sumber :
  • https://informationsecurity.report/

Jakarta, VIVA – Di era digital yang semakin canggih, keamanan smartphone menjadi prioritas utama. Tak hanya menyimpan data pribadi, perangkat genggam kini juga berisi akses ke keuangan digital, email kerja, dan berbagai aplikasi penting lainnya. 

img_title WhatsApp Mulai Uji Fitur Pesan Terjadwal, Bisa Kirim Otomatis hingga Dua Minggu

Oleh karena itu, metode autentikasi biometrik seperti sidik jari (fingerprint) dan pengenalan wajah (face unlock) semakin menjadi fitur wajib di smartphone masa kini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua teknologi ini memiliki tujuan yang sama, yakni mengamankan perangkat dari akses yang tidak sah. Namun, dari sisi keamanan, kecepatan, dan kenyamanan, keduanya punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. 

img_title iPhone 18 Pro Max vs OPPO Find X10 Pro Max: Duel HP Flagship yang Membuat Pecinta Kamera Bimbang

Keamanan Sidik Jari: Stabil dan Terbukti

Pemindai sidik jari bekerja dengan membaca pola unik pada permukaan kulit jari. Sidik jari memiliki tingkat akurasi yang tinggi karena sifatnya yang unik untuk setiap individu. Teknologi ini sulit ditiru, bahkan oleh kembar identik sekalipun.

img_title iOS 27.2 RC Resmi Hadir, Apple Fokus Tingkatkan Baterai dan Performa Hp

Versi terbaru dari pemindai sidik jari kini menggunakan teknologi ultrasonik, seperti yang dipakai pada seri Samsung Galaxy S23 dan S24. Sensor ini mampu membaca hingga ke lapisan bawah kulit, menjadikannya lebih aman dari potensi pemalsuan menggunakan cetakan.

Namun, kelemahan dari fingerprint adalah penurunan sensitivitas saat jari basah, berminyak, atau terluka. Selain itu, sensor bisa tidak merespons jika terkena debu atau kotoran.

Face Unlock: Cepat dan Nyaman, Tapi...


Source : www.mashable.com/Brian Wong

Fitur face unlock menjadi populer berkat kemudahan yang ditawarkannya. Cukup arahkan wajah ke layar, dan perangkat akan terbuka secara otomatis. Beberapa produsen seperti Apple dengan Face ID dan Oppo dengan O-Face menghadirkan teknologi pemindaian wajah 3D, yang memiliki tingkat akurasi tinggi karena memetakan ratusan titik di wajah pengguna.

Namun, tidak semua smartphone menghadirkan face unlock 3D. Banyak perangkat hanya mengandalkan kamera depan biasa (2D), yang lebih mudah dibobol menggunakan foto atau video. Hal ini membuat face unlock 2D kurang direkomendasikan untuk keamanan tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi pencahayaan rendah atau penggunaan masker juga bisa memengaruhi efektivitas face unlock, membuat pengguna kesulitan mengakses perangkat.

Lantas, Mana yang Lebih Aman?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut