Gojek Makin Kuat Tancapkan Kuku Bisnis di Negara Ini

Aplikasi layanan transportasi berbasis online, Gojek.
Sumber :
  • Gojek

VIVA – Layanan aplikasi berbasis transportasi online Gojek memperbesar investasinya di startup Bangladesh, Pathao.

Grab 'Bakar Duit' Rp7 Triliun di Vietnam, Takut Disalip Gojek

Mengutip situs TechCrunch, Senin, 30 April 2018, Gojek bersama Openspace Ventures, Osiris Group, dan Battery Road Digital Holdings sepakat menggelontorkan pendanaan Seri B yang diperkirakan mencapai US$10 juta (Rp136,6 miliar).

Dengan suntikan tambahan ini maka nilai valuasi Pathao mencapai lebih dari US$100 juta (Rp1,36 triliun). Sebelumnya, perusahaan milik Nadiem Makarim ini sudah menyuntikkan pendanaan Seri A di Pathao sebesar US$2 juta (Rp27,3 miliar) pada November 2017.

Pesaing Gojek dan Grab Janji Tidak Menaikkan Tarif saat 'Rush Hour'

CEO Pathao Hussain Elius mengatakan bahwa perusahaannya berencana memperluas jaringan bisnisnya di luar Dhaka, ibu kota Bangladesh, serta membangun layanan tambahan. Pathao mulai menawarkan layanan ojek online, yang menurut Elius, permintaannya semakin bertambah.

Layanan Gojek.

Investor Penantang Gojek dan Grab Gelontorkan Dana Rp139 Miliar

Tak hanya ojek, tetapi layanan antarbarang dan pengiriman makanan, juga mengalami peningkatan permintaan. "Kami juga sedang mengembangkan aplikasi dompet seluler (e-wallet) untuk mendorong layanan pembayaran digital," ungkap Elius. Ia berharap layanan e-wallet ini bisa menjangkau seluruh penduduk Bangladesh yang mencapai 160 juta jiwa.

“Gojek adalah inspirasi. Tapi, kami adalah bisnis mandiri dan bukan Gojek. Pasar kami sangat berbeda. Ada hal-hal tertentu yang bisa kita lakukan yang tidak mereka lakukan. Misalnya, pembiayaan sepeda motor. Ini yang sedang kita lakukan. Mereka (Gojek) membantu kami belajar tetapi kami tidak membagikan teknologi apapun ke mereka," jelas dia.

Pathao memiliki banyak kesamaan dengan Gojek. Perusahaan yang berdiri pada 2015 ini awalnya sebagai layanan kurir yang melekat pada pertumbuhan e-commerce. Kemudian, bisnis Pathao diperluas dengan adanya layanan ojek dan taksi online pada tahun lalu.

Layanan Uber.

Nyerah karena COVID-19, Aplikasi Transportasi Online Pilih PHK Massal

Aplikasi transportasi online itu PHK 3.700 karyawan.

img_title
VIVA.co.id
7 Mei 2020